Media sosial dan kesehatan mental. Foto Ilustrasi/ist
Media sosial dan kesehatan mental. Foto Ilustrasi/ist

NUSANTARANEWS.CO – Universitas Melbourne dan Universitas Monash mengeluarkan sebuah hasil studi terbaru mereka terkait dengan rutinitas penggunaan media sosial. Di tengah derasnya arus penggunaan media sosial, kedua universitas tersebut mengatakan kontribusi medsos justru baik bagi kesehatan mental.

Dilaporkan Xinhua, penelitian yang diterbitkan kedua universitas tersebut menguji hubungan antara jejaring sosial dan depresi, kecemasan dan kesejahteraan. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa jejaring sosial atau media sosial terbukti berguna untuk menghubungkan orang, menerima dukungan sosial dengan cara unik bagi mereka yang tidak bertatap muka secara langsung.

Menurut para peneliti, dalam konteks ini media sosial (medsos) mempunya dua sisi. Pertama, menjadi jendela pemikiran dan emosi para penggunanya demi kesehatan mental. Kedua medsos berguna menjaga kesehatan mental dari serbuan pesan negatif yang ditebar via medsos. Jika seseorang tidak mampu memahami pemikiran dan pesan-pesan negative, seseorang akan berisiko menderita depresi dan kecemasan.

Hal ini tegaskan pemimpin studi dari University of Melbourne, Peggy Kern yang menjelaskan bawha, dengan memahami hubungan antara media sosial dengan kesehatan mental, menjadikan seseorang dapat membuat pilihan lebih baik ihwal bagaimana menggunakannya secara baik dan benar.

Selain itu, media sosial juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memprediksi adanya depresi dan kecemasan sosial penggunanya. (Sego/Er)

Komentar