Ekonomi

Pendidikan Bertaraf Internasional untuk Insan Kelautan dan Perikanan

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) pada Kementerian Kelautan Dan Perikanan Rifky Effendi Hardijanto/Foto: Istimewa
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) pada Kementerian Kelautan Dan Perikanan Rifky Effendi Hardijanto/Foto: Istimewa

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kelautan dan perikanan Indonesia. Banyak jalan yang telah ditempuh KKP untuk meningkatkan kualitas SDM insan kelautan dan perikanan Indonesia.

Hal itu diupayakan karena embangun laut adalah membangun manusianya, untuk itu KKP terus meningkatkan kapasitas SDM kelautan dan perikanan melalui fasilitas tugas belajar di kampus–kampus bertaraf internasional. Salah satu caranya dengan membuka kesempatan sekolah di berbagai perguruan tinggi bertaraf internasional.

“Kami berusaha untuk meningkatkan SDM kelautan dan perikanan baik untuk internal pegawai maupun insan kelautan dan perikanan di luar sana,” disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) Rifky Effendi Hardijanto dalam keterangannya, Jumat (11/2/2017).

Diketahui, KKP mengadakan kegiatan pameran dan konsultasi pendidikan kelautan dan perikanan luar negeri minggu ini di Gedung Mina Bahari III, Jakarta pada Jumat 10/2/2017) kemarin.

Dalam peyelenggaraan pameran dan konsultasi pendidikan, KKP menggandeng Indonesia – Britain Education Centre (IBEC) yang menampilkan kampus-kampus bertaraf internasional di Inggris yang dapat menjadi tujuan untuk melanjutkan pendidikan terutama untuk sektor kelautan dan perikanan. Kegiatan pameran ini diperuntukan tidak hanya bagi PNS KKP yang ingin melanjutkan studi saja, tapi juga masyarakat umum.

“Pameran ini jadi wadah untuk mereka berkonsultasi dan memperoleh gambaran tentang kampus-kampus di Eropa khususnya di Inggris dan jurusan-jurusan yang menunjang pengembangan kelautan dan perikanan Indonesia kedepannya,” ungkap Rifky. Ikut angkat bicara Opertion Mangaer IBEC Satyadhi Hendra, ia mengakui kerjasama KKP dengan IBEC sudah mulai terjalin dari 2016 lalu dan tahun 2017 ini akan semakin diperkuat.

“Kami berharap bisa memfasilitasi teman-teman yang ingin berangkat belajar ke kampus – kampus di Inggris, apakah itu beasiswa dari instansi terkait maupun kami juga ada beberapa kampus yang menyediakan skema beasiswa apakah 50% atau full dengan kriteria dan persyaratan tertentu,” ungkap Rifky.

Ia menginformasikan banyak kampus di Inggris yang memiliki jurusan yang spesifik ke arah kelautan dan perikanan, sehingga menjadi salah satu yang bisa di tuju untuk meningkakan kapasitas SDM Kelautan dan perikanan misalnya di University Glasgow, University of Brimingham, University of Newcastle, dan lainnya.

Tugas Belajar PNS KKP

Sebagai salah satu upaya KKP untuk selalu meningkatkan kapasitas SDM, setiap tahun selalu memberikan kesempatan pegawainya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Kami memberikan kesempatan untuk pegawai meningkatkan kapasitasnya, dengan gelaran expo pendidikan diharapkan dapat menjadi tempat untuk pegawai mengeksplor informasi untuk persiapan tugas belajar. Karena setiap tahunnya kami pasti memberikan kesempatan tugas belajar untuk PNS KKP baik untuk studi dalam maupun luar negeri,” ujar Rifky.

Untuk 2016 lalu, KKP meberikan kesempatan 42 pegawai untuk mengikuti tugas belajar ke luar negeri, dan 5 diantaranya menempuh tugas belajar di Inggris. Dengan program studi yang diambil diantaranya marine management and policy, maritime law, dan ,marine conservation.

“Tahun 2017 ini kita ada 54 beasiswa pendidikan dalam negeri untuk PNS KKP dari 157 kuota kepada selurruh pegawai  KKP. Sebanyak 103 diantaranya kita harapkan memperoleh beasiswa dari sumber lain seperti LPDP, Dikti, dan lembaga lainnya terutama untuk yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri,” ungkap Rifky.

Untuk menyikapi tidak adanya anggaran khusus pemberian beasiswa  untuk PNS KKP yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, KKP tidak mati akal dan terus berupaya mencari jalan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkup KKP. “Kami juga sedang menjajaki untuk program double degree dengan Universitas di Australia, yang nantinya juga akan kita lakukan dengan Universitas di Inggris, kita harapakan ini jadi pembuka untuk kerjasama doble degree STP dengan Universitas di Inggris” kata Rifky berharap.

Tak hanya menginisiasi kerjasama saja,  untuk mempersiapkan PNS KKP menempuh tugas belajar ke luar negeri, KKP membantu menyiapkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris pegawai melaui pelatihan bahasa IELTS dan TOEFL. Karena untuk melanjutkan studi ke luar negeri diprasyaratkan pegawai memiliki skor IELTS 6.5 atau setara dengan skor TOEFL 600.

Pewarta: Eriec Dieda

Komentar

To Top