Connect
To Top

Pendidikan Bela Negara, Timbul Siahaan: Setiap Negara Berpotensi Hadapi Ancaman Hybrida

NUSANTARANEWS.CO – Dinamika perkembangan global dewasa  ini yang sangat dinamis, kemungkinan kedepan harus lebih bersikap kritis dan antisipatif, agar perkembangan yang bersifat ancaman tidak teraktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian amanat Dirjen Pothan Kementerian Pertahanan Timbul Siahaan yang dibacakan oleh Brigjen TNI Adi Sudaryanto pada acara pembukaan acara Pendidikan Bela Negara di Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Selasa (11/10) kemarin sesuai informasi yang dikutip dari laman tniad.mil.id.

“Secara umum, setiap negara berpotensi menghadapi ancaman militer maupun non militer, atau gabungan ancaman militer dan non militer (ancaman Hybrida) sebagai dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan teknologi komunikasi dan informasi,” terang Adi lebih lanjut.

Menurut Adi, sesuai amanat Timbul Siahaan, ancaman nyata bagi bangsa Indonesia adalah, ancaman non militer atau terorisme dan radikalisme, ditambah lagi dengan adanya kebangkitan komunis gaya baru, separatis dan pemberontakan bersenjata, bencana alam dan lainnya.

“Dengan mencermati indikator yang ada, kegiatan ini sangatlah penting untuk diikuti. Sehingga akan tumbuh pemahaman serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan berkomitmen membela negara dengan segala kemampuan yang dimiliki. Karena itu, mari kita menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga bangsa ini ke depan, akan semakin solid dalam menghadapi tantangan di era globalisasi,” jelas Adi seraya meminta kepada suluruh peserta dan hadirin.

Sebelumnya, salian Brigjen TNI Adi Sudaryanto yang mengisi acara pembukaan, kegiatan bela negara ini juga dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pertahanan Aceh. Disamping itu, selain diikuti oleh 300 warga masyarakat dari tiga kabupaten/kota yakni, Bireuen, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasrem 011/LW Letkol Inf Shofanuddin, dan Dandodik bela negara Rindam IM Letkol Inf Slamet Riyanto mewakili Danrindam IM.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari antara tanggal 11 sampai dengan 13 Oktober 2016 pun dihadiri oleh Rektor Unimal, Staf Pemko Lhokseumawe dan  pejabat Pemda dari Lhokseumawe maupun Bireun. (Sulaiman)

Komentar