@Shutterstock/antb
@Shutterstock/antb

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pindah ke pedesaan jika ingin mengalahkan kanker. Sebab hidup di pedesaan 29 persen mengurangi risiko kematian akibat penyakit kanker.

Dikatakan, penderita kanker lebih mungkin untuk bertahan hidup jika mereka tinggal di pedesaan. Demikian hasil dari sebuah penelitian terbaru seperti dikutip Daily Mail, Selasa (6/6/2017).

Karena dikeliligi pepohonan dan ladang di segala penjuru, situasi tersebut akan mengurangi risiko kematian sebesar 29 persen bagi mereka yang menderita kanker.

Para ahli percaya bahwa ini bisa membuat mudah dokter umum setempat untuk merawat dan membantu kesembuhan. Dan memungkinkan gejala dapat ditangani dengan cepat.

Selain itu, para ilmuwan juga mengisyaratkan bahwa mereka yang tinggal jauh dari daerah perkotaan lebih cenderung kaya, faktor yang diketahui dapat meningkatkan harapan hidup seseorang.

Meski begitu, penelitian di atas berbanding terbalik dengan temuan peneliti dari University of East Anglia menemukan bahwa bagi penderita kanker hidup di pedesaan bukanlah solusi terbaik, bahkan bisa berakibat buruk.

Namun peneliti dari Universitas Aberdeen, Peter Murchie yang terlibat dalam penelitian terkait efektifitas pedesaan bagi penderita kanker menegaskan kenyataan yang didapatkan dari penelitiannya.

“Telah ada beberapa makalah selama bertahun-tahun dan hampir secara universal mereka menemukan bahwa di daerah pedesaan hasilnya lebih buruk. Sifat hubungan anda dengan dokter umum berbeda di daerah pedesaan … Anda lebih mungkin mengenalnya secara sosial dan itu dapat membantu atau menghalangi tergantung pada gejala. Akses ke dokter umum di pedesaan umumnya lebih mudah daripada bila Anda terdaftar di praktik perkotaan yang besar,” jelas Murchie kepad The Times. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar