Ngaji kebangsaan oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Jawa Tengah (IKPM Jateng)/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews
Ngaji kebangsaan oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Jawa Tengah (IKPM Jateng)/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Yogyakarta – Anggota DPD RI Cholid Mahmud saat isi acara ngaji kebangsaan yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Jawa Tengah (IKPM Jateng) di Yogyakarta menjelaskan tentang keberadaan non muslim. Menurutnya ada dua kategori non muslim yang penting untuk diketahui.

“Non Islam itu ada dua. Yang merusak dan yang baik. Umat Islam harus mampu membedakan hal tersebut dan bisa menentukan sikap yang baik demi persatuan,” kata dia di acara bertajuk Mempertegas Nilai Kebangsaan dan Keislaman untuk Keutuhan NKRI, Rabu (14/6/2017).

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, akademisi sosiologi UIN Sunan Kalijaga Ahmad Norma menilai untuk memperat individu bangsa, maka menyatukan tujuan bersama akan tercapai. Dimana harapan untuk kebaikan bangsa inilah yang akan membuat Indonesia tetap bersatu.

Menurutnya, pembukaan UUD 1945 dan Pancasila tidak bisa dipisahkan. Sebab pembukaan UUD 1945 dan Pancasila adalah satu kesatuan dan harus dibaca utuh.

“Yang menyatukan bangsa adalah cita-cita visi tujuan yang sama. Maka bangsa itu akan tetap bersatu. Serta dua hal yang mengikat bangsa yaitu Pancasila dan UUD. Jika ada yang melepaskan Pancasila, berarti ingin melepaskan dari Indonesia,” ungkap dia.

Hal serupa juga diungkapkan Wahyu Minarno perwakilan dari KNPI yang mengatakan para pemuda harus mampu mengambil sikap tegas. Dirinya menilai Agama dan Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan dinamis. (*)

Editor: Romandhon

Komentar