Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Foto Liputan6
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Foto Liputan6
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Foto Liputan6

NUSANTARANEWS.CO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mendorong realisasi asuransi pertanian sebagai bentuk perlindungan yang diberikan pemerintah kepada para petani.

“Kami mendorong asuransi pertanian yang dibayar oleh negara, artinya ada perlindungan bagi para petani saat terjadi gagal panen,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sabtu (24/9).

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat peringatan Hari Tani Nasional 2016 di Desa Pandean, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya bersama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara, Badan Informasi Geospasial, dan Perum Bulog menyiapkan data besar tentang pertanian di Jateng.

Data pertanian ini menyangkut jumlah kelompok tani yang tersebar di 35 kabupaten/kota, luasan lahan pertanian, dan jumlah produktivitas.

“Premi asuransi yang harus dibayar petani hanya Rp 36.000 untuk tiap satu hektare lahan pertanian, kalau kena banjir atau gagal panen akan mendapat ganti rugi Rp 6 juta,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar menyoroti luasan lahan pertanian yang semakin berkurang dan tidak tertariknya generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian.

Oleh karena itu, kata dia, mekanisasi yang masih terlalu berorientasi pada lingkungan, pertanian organik, menumbuhkan kearifan lokal dalam pertanian, harus terus dijaga.

“Mudah-mudahan pada Hari Tani ini perlindungan petani menjadi lebih baik sehingga kebijakan publik yang diambil pemerintah bisa tepat sasaran,” pungkasnya. (Yudi/ant)

Komentar