Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman/Foto Richrard Andika / NUSANTARAnews
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman/Foto Richrard Andika / NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan menargetkan pengadaan 1.000 Toko Tani Indonesia di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Saat ini, baru ada 45 Toko Tani Indonesia (TTI) di Jakarta, dari 22 TTI yang baru diresmikan pada hari ini dan 23 yang sudah aktif sejak tahun lalu.

“Mulai hari in,i kami siapkan TTI untuk 2017, ada 1.000 se-Jabodetabek. TTI ini untuk siap menjual harga yang murah. Kita akan memulai dengan lebih baik sebelum masuk Lebaran,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di TTI Centre Jakarta, Senin (6/2/2017).

Amran menjelaskan, saat ini, masih akan fokus di Jakarta, karena merupakan barometer harga tingkat nasional. “Kalau Jakarta bisa terselesaikan, maka yang lainnya bisa. Informasi harga kita sudah lakukan. Kita membangun sistem online dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani),” kata dia.

Penambahan TTI ini, diungkapkan bertujuan untuk mengontrol harga di tingkat petani, agar petani tetap dapat harga yang menguntungkan. Kemudian, harga dapat lebih terjangkau ke konsumen.

“Itu yang kita harapkan, itu target kita memotong rantai pasok. Kita memotong rantai pasok, dari delapan jadi tiga rantai,” ungkap Amran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono Kamino menambahkan, target sampai Maret 2017, pemerintah akan dorong pengadaan 400 TTI di Jabodetabek.

Tercatat, TTI se-Indonesia saat ini ada 1.316 dengan Gapoktan yang memasok TTI ada berjumlah 493 yang tersebar di tujuh provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat.

Reporter: Richard Andika

Komentar