NUSANTARANEWS.CO – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman terus mendalami konsep kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Dalam proyek tersebut, Pemerintah dikabarkan akan mengundang Jepang.

“Soal kereta cepat Jakarta-Surabaya sedang disiapkan. Kami minggu ini akan rapat dengan Kementerian Perhubungan untuk mendalami konsep Indonesia seperti apa, sebelum nanti dibicarakan lagi dengan Jepang,” kata Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin di Jakarta, Senin (10/10).

Menurut Ridwan, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya masih wacana awal sehingga masih ada pilihan konsep-konsep yang akan diusung.

“Jadi, kira-kira kita akan buat kereta dengan kecepatan sedang,” ujarnya.

Jepang sendiri, lanjut dia, masih menunggu informasi awal dari pemerintah Indonesia mengenai rencana pembangunannya untuk kemudian melakukan kajian sendiri. Meski pembahasan konsepnya belum detil, Ridwan mengaku konsepnya nanti akan tersambung dengan jalur Jakarta-Bandung yang saat ini digarap Tiongkok.

“Belum sampai ke arah sana bahas detilnya. Tapi mestinya nanti tersambung,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja ke Jepang dalam rangka mengundang negeri sakura itu untuk dapat mengerjakan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.

“Kami sudah menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah Jepang untuk dapat mengerjakan proyek ini. Secara pribadi saya yakin teknologi Jepang tepat untuk proyek ini,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (7/10) kemarin.

Dalam lawatan ke Jepang sejak Kamis (6/10), Luhut bertemu dengan Perdana Menteri Shinzo Abe, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Keiichi Ishii, Wakil Menteri Luar Negeri Shinsuke Sugiyama dan beberapa anggota muda Liga Parlemen Jepang Indonesia.

Ia menjelaskan, adanya kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, dengan kecepatan 180 km/jam hingga 200 km/jam, akan mempersingkat waktu tempuh menjadi sekitar 3,5 jam.

“Jalurnya akan berupa rel ganda, yang memungkinkannya untuk dimanfaatkan juga guna membantu operasi angkutan peti kemas ‘dry port’ antara Jakarta-Semarang-Surabaya,” imbuhnya.

Menurut Luhut, dengan masuknya Jepang dalam penggarapan proyek itu, akan tercipta alih teknologi kepada Indonesia. Ia juga berharap negara itu dapat mematuhi aturan untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri. (Yudi/ant)

Komentar