Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto via KabarKampus
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto via  KabarKampus
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto via KabarKampus

NUSANTARANEWS.CO – Indonesia kini sudah terperangkap sistem ekonomi neoklasik, kata pemerhati ekonomi Universitas Andalas, Benny Leonanda kepada Antara, Senin (8/8/2016). Sistem ekonomi neoklasik yang dimaksud Benny berupa ekonomi yang mengharuskan kekayaan negara dari SDA dan SDM.

Benny mengingatkan, bila sistem ekonomi neoklasik ini terus menerus mendera Indonesia, “Itu artinya sama dengan menjual masa depan untuk dikonsumsi hari ini,” kata dia.

Indikasi praktik ekonomi neoklasik sudah sampai ke desa-desa, kata dia, ditandai sepinya pasar di kawasan pedesaan. Selai itu, perilaku konsumtif masyarakat Indonesia.

Ia mencontohnya perilaku konsumtif tersebut di mana masyarakat lebih pilih membeli motor ketimbang produk lain, bahkan motor diperoleh dengan cara kredit ke bank dan perusahaan leasing. Sementara produk lain yang lebih utama, kata dia dibelanjakan setelah motor itu didapat. Alhasil, produksi perkebunan dan pertanian mereka pada awalnya meningkat namun kemudian menurun. Seiring penurunan permintaan dunia dan penurunan harga komoditas ekspor terhadap komoditas yang mereka jual.

Sistem ekonomi neoklasik seperti ini, kata dia melanjutkan, nantinya akan meruntuhkan sistem ekonomi Indonesia, bahkan dunia. Artinya, sistem ekonomi tersebut dipahami sebagai sistem ekonomi yang bertumpu pada permintaan, kebutuhan, ketersediaan, distribusi barang produksi tanpa mempedulikan negara atau masyarakat mempunyai uang dan sumber daya untuk bertransaksi di pasar. (eriec dieda/ant)

Komentar