Ekonomi

Pembebasan Lahan Masih Jadi Kendala Proyek Jalan Layang Maros-Bone

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Foto Humas PUPR
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek pembangunan Maros-Bone. Foto Dok. Humas Kementerian PUPR

NUSANTARANEWS.CO – Dalam kunjungan ke Sulawesi Selatan terkait proyek pembangunan jalan layang Maros-Bone, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, menilai belum tuntasnya pembebasan lahan memaksa dilakukan perubahan desain.

Selain kendala pembebasan lahan, kendala lain yang dihadapi dalam pembangunan jalan layang Maros-Bone ini adalah isu lingkungan yang bergubungan kawasan hutan lindung. Meski demikian, Basuki Hadimuljono berembug dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Walaupun ada sedikit perubahan-perubahan desain, ada lahan yang belum dibebaskan, ada kawasan hutan yang harus kordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ungkapnya melalui siaran pers Minggu (30/10/2016).

Menteri PUPR ini menjelaskan bahwa target utama pembangunan jalan layang ini semata-mata untuk memperlancar kegiatan ekonomi antara Makassar-Baros-Bone.

“Jalan layang ini untuk memperbaiki geometri jalan yang ada dengan tujuan untuk memperlancar kegiatan ekonomi antara Maros-Bone,” tegasnya.

Ia berharap jalan layang yang mengadopsi konsep jalan kelok sembilan Sumatra Barat itu mampu memangkas durasi perjalanan darat yang melalui jalur lintas tengah Sulsel dan juga berpotensi menjadi jalur wisata karena melintasi kawasan hutan lindung Geopark Karst Maros. (Adhon/Red-01)

Komentar

To Top