Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Peresmian Aplikasi Cargo Centrals Tulang Punggung Industri Cargo dan Sistem Logistik di Indonesia, Rabu (26/10)/Foto: Dok. Humas Kominfo
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Peresmian Aplikasi Cargo Centrals Tulang Punggung Industri Cargo dan Sistem Logistik di Indonesia, Rabu (26/10)/Foto: Dok. Humas Kominfo

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan, kondisi sistem logistik Indonesia saat ini terbilang buruk dibandingkan dengan sistem logistik negara tetangga dan negara lain di dunia. Hal ini disampaikannya dalam sambutan Peresmian Aplikasi Cargo Centrals Tulang Punggung Industri Cargo dan Sistem Logistik di Indonesia, di Ruang Roeslan Abdulgani, Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (26/10).

Atas dasar itu, Rudiantara sangat mengapresiasi kehadiran aplikasi Cargo Centrals yang diinisiasi Yayasan Pengembangan dan Pendidikan Telematika Indonesia (YPPTI) dengan perusahaan kargo PT Pasindo dan PT Amarta.

“Mudah-mudahan dengan pelayanan aplikasi Cargo Centrals ini, efisiensi logistik bisa dihasilkan. Aplikasi ini bisa membuat hidup Indonesia lebih efisien. Agar Indonesia tidak merasa malu lagi di mata negara tetangga dan negara lainnya bahwa Indonesia itu masih mempunyai masalah dengan inefficiency yang tinggi di bidang logistik,” tutur Menkominfo.

Disamping itu, Rudiantara menyatakan agar pengembang aplikasi tidak takut berkompetisi, karena pasti akan muncul aplikasi serupa lainya.

“Berkompetisi itu indah dan membuat efisien, yang tidak membuat efisien itu adalah adanya proteksi berlebihan untuk kepentingan tertentu yang tidak ada benefitnya bagi masyarakat,” ujar Menkominfo mengakhiri sambutannya.

Pada akhir acara Menkominfo Rudiantara menandatangani Plakat Peresmian Aplikasi didampingi Dirjen Aplikasi Informatika. Semuel Abrijani Pagerapan; Ketua Dewan Pembina YPPI. Jaumhari Saleh; CEO PT Pasindo serta CEO PT Amarta. (Kiana/red-02)

Komentar