Ketua PBNU, Marsudi Syuhud. Foto via rmi-jateng
Ketua PBNU, Marsudi Syuhud. Foto via rmi-jateng

NUSANTARANEWS.CO – Menjelang pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017 mendatang, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) mengajak para tokoh agama baik Islam, dan agama lain untuk mendengungkan penyelenggaraan Pilkada secara damai, tertib, tidak anarkis, dan sesuai aturan.

Ketua PBNU, Marsudi Syuhud mengatakan, pertemuan dengan para pimpinan tokoh agama untuk menyerukan suasana Indonesia tetap damai, aman, tertib. Seruan damai untuk para tokoh agama ini bukan hanya untuk Pilkada di DKI Jakarta.

“Seruannya untuk di seluruh Indonesia. Kita sepakati bersama melaksanakan demokrasi secara baik dan berakhlak serta dalam kondisi apapun kita tetap tenang, aman, damai dan nyaman,” kata Marsudi dalam siaran persnya yang ditulis, Sabtu(29/10).

Marsudi meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan berbagai isu negatif yang beredar di media sosial yang belum diketahui kebenarannya. Semua itu perlu ditabayyunkan (klarifikasi) kepada pihak yang berwajib.

“Karena kadang apa saja yang ada di media sosial belum sama dengan maksud yang sesungguhnya,” ujarnya.

Selain itu, Marsudi mengapresiasi kedewasaan umat Islam yang telah melakukan unjuk rasa kemarin secara damai, aman dan tertib. Meskipun jumlah massanya cukup banyak, situasi tetap kondusif tidak seperti umat muslim di negara-negara lain.

Menurutnya, demonstrasi adalah hak warga Indonesia. “Menyampaikan pikiran dan pendapatnya.‎ Yang kita harapkan, apa saja yang disampaikan yang penting baik, aman, sopan dan santun karena kita di negara demokrasi.‎ ‎Kedepankan kepentingan umum demi republik yang kita cintai ini,” jelas dia.

Sementara itu, Sekjen PGI (Persekutuan Gereja Indonesia), Pdt Komar Gultom meminta kepada para tokoh agama tidak menjadikan agama sebagai alat kepentingan sesaat hanya 5 tahunan sehingga mengorbankan kepentingan panjang yang lebih besar.

“Kami imbau tokoh agama dan peserta pilkada untuk tidak campur adukkan apalagi mengurangi nilai agama demi kepentingan sesaat.Komitmen kolektif kita bangun bangsa ini, kita sama-sama jaga keutuhan NKRI,” kata Gultom.

Sedangkan Sekjen Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Antonius Subianto meminta kepada pemerintah dan tokoh agama untuk tetap netral sehingga tercipta suasana perdamaian. Apabila semua diawali dengan proses yang baik tentu hasilnya akan baik.

“Sebagai tokoh agama jadilah promotor perdamaian. Saya kira pilkada dimana pun siapa pun yang mengikutinya akan berjalan dengan baik, mudah-mudahan sesuai harapan kita yang baik benar, saleh perjuangan rakyat demi kebhinnekaan,” jelas Antonius. (Andika)

Komentar