Connect
To Top

PB PMII Kecam Rencana Menko Kemaritiman Undang Investor Asing ke Natuna

PB PMII Peduli Natuna/Ilustrasi nusantaranews

PB PMII Peduli Natuna/Ilustrasi nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Pemanfaatan sektor kelautan dan perikanan di Pulau Natuna selama ini hanya mencapai 8,9% dari potensi yang dimiliki. Padahal Natuna menyimpan banyak potensi, selain sumber daya ikan, wilayah ini juga terdapat 16 blok minyak dan gas.

Dari 16 blok migas yang mengitari Natuna, baru 5 blok yang berproduksi, sedangkan 7 blok masih dalam tahap eksplorasi dan 4 blok dalam proses terminasi.

Dengan potensi ikan yang berlimpah, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menggulirkan usulan, Rencana mengundang investor asing menggarap sektor perikanan di wilayah Natuna.

Menanggapi hal itu, Ketua Maritim Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Huda Kalimullah menyesalkan usulan Luhut yang mau mengundang Investor Asing. Sebab jika rencana tersebut dilangsakan dengan jelas bertentangan dengan peraturan Presiden nomor 44 tahun 2016 bahwasannya kelautan adalah usaha tertutup.

“Jika itu sampai terjadi, PB PMII sebagai organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia mengutuk keras dibukanya investasi asing tersebut. Karena melanggar peraturan Presiden nomor 44 tahun 2016 sama saja dengan tidak menghormati Presiden Joko Widodo,” kata Huda melalui keterangan tertulisnya yang diterima nusantaranews.co, Senin malam (15/8).

Sebelumnya, Huda juga melontarkan kritik keras terhadap Luhut yang baru saja menjadi Menko Kemaritiman melalui reshuffle Kabinet Kerja jilid II atas apa yang Luhut rencanakan untuk Natuna. Bagi Huda, sebagai menteri, Luhut seharusnya bisa diandalkan untuk memaksimalkan implementasi Nawa Cita yang digadang-gadang Presiden Jokowi.

Namun sayang, sesal Huda, Luhut malah menggulirkan wacana yang justru mencederai semangat nasionalisme yang menjadi bagian dalam Nawacita. (Aka/red-02)

Komentar