Parah! Ini Perang ‘Meme’ Nomor Urut Cagub DKI Jakarta 2017

0
Ketiga Pasangan Calon gubernur berposes usai pengundian nomor urut Foto IST
Ketiga Pasangan Calon gubernur berposes usai pengundian nomor urut Foto IST

NUSANTARANEWS.CO – Ada fenomena menarik pada gelaran pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta kali ini. Dimana media sosial (medsos) masih menjadi alternatif pilihan untuk menggaet perhatian para netizen.

Ini menyusul bertebarannya tanda pagar (#) dan meme (foto-foto lucu) di jejaring sosial twitter dari masing-masing tim pendukung.

ssttt-jngan-kenceng2-buk-kasian-tetangga-sebelah-ntar-iri-lagiii-kitaahy1-tulis pemilik akun @muhmaulanaiqbal
“ssttt… jangan kenceng2 buk, kasian tetangga sebelah. Ntar iri lagiii #KitaAHY1,” tulis pemilik akun @muhmaulanaiqbal

Usai pengundian nomor urut pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Selasa (25/10/2016), media sosial khususnya twitter penuh sesak dengan hastag para cagub. Ketiga cagub, yakni Agus-Silvy, Ahok-Djarod, dan Anies-Sandiaga saling berebut pengaruh.

Hasilnya beberapa hastag (#) dari ketiga calon kandidat sukses nangkring menjadi tranding topic di medsos.

Eh Pak SBY kok dukung #salam2jari jangan lupa pilih Basuki? tulis pemilik akun @nongandah
“Eh Pak SBY kok dukung #salam2jari jangan lupa pilih Basuki?,” tulis pemilik akun @nongandah

Dalam hal ini pasangan Agus Harimurti dan Sylviana Murni nomor urut 1 menggunakan hastag #KitaAHY1.

In shaa Allah yang 3 jadi Win #MajuBersama tulis pemilik akun @87-julay
“In shaa Allah yang 3 jadi Win #MajuBersama,” tulis pemilik akun @87-julay

Sementara pemilik nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat memilih memakai hatag #Salam2Jari. Sedangkan nomor urut tiga yang ditempati pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memakai tagar #MajuBersama.

Karena ketiganya berhasil nangkring menjadi tranding topic, praksis perang ‘meme’ di medsos tak terhindarkan. Sekalipun demikian, etika di jejaring sosial harus tetap dijaga antar pendukung satu sama lain. Jangan jadikan media sosial sebagai ajang untuk menebarkan kebencian. (Romandhon)

Komentar