Foto ilustrasi, anak kecil dipematang sawah, membawa bendera merah putih.
Foto ilustrasi, anak kecil dipematang sawah, membawa bendera merah putih.

NUSANTARANEWS.CO – Kondisi bangsa Indonesia sekarang yang cenderung mengabaikan Pancasila dan Kebangsaan merupakan kelemahan dan kerawanan yang harus segera diperbaiki. Menurut mantan Penasihat Menteri Negara Riset dan Teknologi Bidang Hankam (1983), Sayidiman Suryohadiprojo ini semata-mata demi mencapai masa depan yang maju dan sejahtera.

“Untuk itu perlu dikembangkan kesadaran pada masyarakat tentang cara hidup sesuai nilai-nilai Pancasila adalah sikap yang tepat. Bahkan sesuai dengan hakikat alam semesta,” kata dia.

Ia menambahkan, mewujudkan semangat gotong royong dalam masyarakat itu berarti kebersamaan atau kekeluargaan. Cara hidup yang demikian ini dilandasi pengertian perbedaan dalam kesatuan, kesatuan dalam perbedaan.

Namun untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan yang tinggi dan merata bagi 250 juta rakyat Indonesia, kebudayaan Pancasila harus mampu membangun peradaban Pancasila atau peradaban Indonesia. “Untuk itu masyarakat Indonesia harus dikuatkan niat dan tekadnya untuk berjuang,” sambung dia.

Berjuang dalam konteks ini salah satunya adalah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan bekal tersebut, Indonesia akan mampu menjadi negara yang berdaulat. “Sebab semua kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) karunia Allah kekuatan nyata, melalui kemampuan produksi diberbagai bidang,” ungkap Sayidiman.

Dalam hal ini, peradaban yang terbentuk akan menjadi sumber penting bagi terwujudnya Ketahanan Nasional. Baik sebagai kesejahteraan nasional maupun keamanan nasional. Semuanya itu, memungkinkan bangsa Indonesia mencapai tujuan nasionalnya serta menjamin kelangsungan hidupnya sepanjang zaman.

“Lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi kenyataan yang hidup, dan Indonesia dapat memberikan sumbangan berharga bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia dan umat manusia,” tandasnya.

Editor: Romandhon

Komentar