Berita Utama

Pada 2022, Singapura Bakal Luncurkan Layanan Taksi Nirawak

Mobil Otonomos Google/Reuters

Mobil Otonomos Google/Reuters

NUSANTARANEWS.CO – Pada 2019 dan 2020 kami akan menyingkirkan pengemudi dari dalam mobil. Demikian pernyataan Wakil Presiden Bidang Engineering Delphi Automotive Pls Glen DeVos seperti dikutip Reuters.

Keseriusan pengoperasian mobil nirawak atau mobil otonomos atau mobil berjalan tanpa pengemudi memang sudah terdengar santer sejak beberapa tahun belakangan. Google bahkan telah mempunyai purwarupa mobil autokemudi dan telah menguji teknologinya di jalanan umum sejak 2009 silam. Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla juga sangat gencar mengembangkan program ini, dan begitu pula Apple yang juga telah memperkenalkan teknologi nirawak.

Mobil tanpa pengemudi memang telah menarik banyak minat sejumlah negara di dunia. Ide itu muncul atas dasar tingginya angka kecelakaan di jalan yang berujung kematian, dan mobil nirawak dipercaya akan menyelamatkan sedikitnya 1,24 juta orang di seluruh dunia. Bahkan, hasil survei dari Eno Centre for Transportation memprediksi jika 90 persen mobil yang berjalan di jalan adalah mobil otonomos, angka kecelakaan di Amerika Serikat bakal menurun dari 6 juta hingga 1,3 juta per tahun.

Gegap gempita keberadaan mobil nirawak telah menginspirasi Delphi Automotive Pls untuk meluncurkan armada taksi nirawak di Singapura. Menurut rencana, taksi-taksi tanpa sopir itu akan mengangkut penumpang di sebuah distrik di Singapura sekaligus akan menjadi taksi nirawak pertama yang beroperasi di dunia.

Baca: Indonesia Tidak Boleh Menjadi Negara Gagal Dalam Globalisasi Gelombang III

Delphi menjamin, taksi nirawak yang akan diluncurkan itu nantinya akan jauh lebih murah dibanding biaya taksi pada umunya yang berkisar 3 dolar AS per 4 mil. “Kami bisa menekan hingga 90 sen per mil,” kata DeVos.

Dilaporkan, Delphi akan mulai menguji armada mobil nirawaknya dengan menempatkan seorang pengemudi di belakang setir, yang hanya akan mengambil alih kendali ketika sistem autokemudi mengalami masalah. Dan ide ini mendapat dukungan khusus dari pemerintah Singapura yang berencana meluncurkan layanan taksi nirawak pada 2022 mendatang.

Rencananya, uji coba nanti Delphi akan menggunakan mobil-mobil Audi yang dibekali dengan teknologi autokemudi dengan sistem peta digital. Selain itu, sistem sensor yang berfungsi sebagai indera mobil juga akan dikembangkan.

Seperti dikatakan sebelumnya, mengurangi angka kecelakaan di jalan yang berujung pada kematian merupakan ide di balik digagasnya mobil nirawak. Di Indonesia sendiri, angka kecelakaan dari tahun ke tahun masih saja terus terjadi, bahkan dengan jumlah yang tak sedikit. Apalagi di Indonesia setiap tahun ada tradisi mudik secara besar-besaran. Sedikit data, angka kematian global saat ini tercatat mencapai angka 1,24 juta per tahun dan diperkirakan, angka tersebut akan meningkat hingga tiga kali lipat menjadi 3,6 juta per tahun pada 2030 mendatang. Indonesia sendiri menempati urutan teratas daftar tingginya angka kecelakaan di jalan. Dua tahun lalu saja, Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas hingga lebih dari 80 persen. (eriec dieda/diolah dari berbagai sumber)

Komentar

To Top