Darmin Nasution saat sambutan di Indonesia Broadcasting Expo (IBX) 2016, Jakarta, Jumat (21/10)/Foto: Dok. ekon.go.id
Darmin Nasution saat sambutan di Indonesia Broadcasting Expo (IBX) 2016, Jakarta, Jumat (21/10)/Foto: Dok. ekon.go.id

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa dalam suatu situasi, dimana perkembangan teknologi informasi bergerak begitu cepat, setiap individu tidak boleh berhenti hanya dengan menjadi pemakai saja. Paparan ini disampaikan saat memberikan sambutan kunci pada acara Indonesia Broadcasting Expo (IBX) 2016, di Jakarta, Jumat (21/10)

“Kita harus bisa menyiapkan infrastruktur untuk mendorong lahirnya bisnis-bisnis pemula (start up). Karena itu, pemerintah akan segera meluncurkan roadmap ecommerce,” kata Darmin kepada para audien.

Bagi Darmin, dengan langkah itu, pemerintah dapat memaksimalkan perannya dalam mendorong lahirnya pelaku-pelaku bisnis kecil menengah. “Meski tingkat kegagalannya cukup tinggi, tapi bagi yang berhasil, dia akan dengan cepat bisa mengkapitalisasi usahanya,” imbuhnya.

Dalam situasi ketika perekonomian global belum membaik seperti sekarang, kata dia, Indonesia justru bisa mencuri kesempatan untuk bergerak maju.

“Persoalan birokrasi, perizinan dan sejenisnya bukanlah persoalan ketidaktahuan atau ketidakpahaman. Ini persoalan kecerdasan. Karena itulah, dalam negara seperti Indonesia yang tidak hanya luas tetapi juga terpisah-pisah, televisi memegang peranan paling besar untuk menyebarluaskan Informasi secara cepat,” terangnya tegas.

Selain itu, kata Darmin, berdasarkan data, masyarakat memang paling nyaman memperoleh informasi dari televisi (95%), disusul internet (33%), dan surat kabar (12%). Sejak 2010 sektor informasi dan komunikasi selalu mencapai pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

“Bahkan sejak triwulan I 2016, pertumbuhannya tertinggi kedua setelah sektor jasa dan keuangan,” tutur Darmin.

Selanjutnya, terangnya lagi, pada triwulan II Tahun 2016 pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi sebesar 8,47% dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 3,56%. Sementara sektor Jasa Keuangandan Asuransi tumbuh 3,51% dengan kontribusi sebesar 4,15%.

“Ini berarti sektor informasi dan telekomunikasi masih memiliki peluang untuk tumbuh lebih tinggi. Semoga dalam waktu yang tidak lama, infrastruktur ICT bisa lebih cepat dibangun secara merata. Ini sejalan dengan pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasional yang akan kita kembangkan secara besar-besaran. Dalam soal ini kita memang masih tertinggal dengan negara-negara lain,” jelas Darmin sekaligus mengakhiri. (Sule)

Komentar