Okinoshima adalah pulau suci di lepas pantai Kyushu selatan

NUSANTARANEWS.CO, Fukuoka РSebuah pulau terpencil di Jepang benama Okinoshima terlarang untuk dikunjungi wanita karena dipercaya menyimpan 80.000 harta karun sebagai persembahan untuk dewa laut Shinto. Harta karun itu terdiri dari manik-manik hingga pedang suci. Wanita dilarang berkunjung ke sini, sebaliknya pria diperbolehkan.

Badan PBB, Unesco saat ini sedang mempertimbangkan apakah pulau Okinoshima harus menjadi situs warisan dunia. Keputusannya akan diumumkan pada bulan Juli di Krakow, Polandia.

Okinoshima, yang berada di lepas pantai pulau paling selatan Jepang di Kyushu, adalah lokasi dari tiga kuil suci Shinto yang merupakan Kuil Munakata Grand.

Tradisi Shinto menyatakan bahwa wanita tidak diijinkan mengunjungi pulau tersebut. Pengunjung laki harus mengikuti peraturan ketat tanpa busana dan melakukan ritual pembersihan sebelum mereka menginjakkan kaki di darat. Ketika mereka pergi, mereka tidak dapat mengambil apapun, dan tidak boleh membicarakan perjalanan ini. Saat ini, pria hanya bisa pergi ke pulau itu setahun sekali pada tanggal 27 Mei, untuk mengingat personil layanan Jepang dan Rusia yang tewas dalam pertempuran di Laut Jepang pada tahun 1905, menurut News.com.au.

Perairan di sekitar pulau itu merupakan jalur perdagangan penting bagi Jepang ke China dan Semenanjung Korea antara abad keempat dan kesembilan. Selama masa ini, digunakan untuk pertukaran antara orang-orang di Semenanjung Korea dan China, menurut Japan Times. Dan kuil tersebut digunakan untuk menyembah dewa-dewa Shinto yang diyakini menjaga kapal-kapal, yang berarti pulau itu sekarang merupakan harta karun berupa puluhan ribu persembahan mulai dari pedang, manik-manik dan cermin. Artefak inilah yang bisa mendapatkan status World Heritage Island.

Sementara, alasan bahwa wanita dilarang tidak jelas. Beberapa orang percaya bahwa itu karena menstruasi akan menajiskan situs. Yang lain mengatakan bahwa wanita dilarang bepergian karena perjalanan melalui laut dianggap berbahaya.

Menurut Japan Times, jika pulau ini masuk situs warisan unia, maka akan menjadi seperangkat aset budaya Jepang yang ke-17. (ed/indy100)

Editor: Eriec Dieda

Komentar