Berita Utama

“Nyinyir” Soal Kondisi Bangsa, Guru Besar ITB Ini ‘Geram’ Dengan Pendidikan Indonesia

Foto Bareng Prof Amin Abdullah (kiri) Prof Iwan Pranoto (tengah) dan Prof Mayling Oey (kanan). Foto Dok. @iwanpranoto
Foto Bareng Prof Amin Abdullah (kiri) Prof Iwan Pranoto (tengah) dan Prof Mayling Oey (kanan). Foto Dok. @iwanpranoto

NUSANTARANEWS.CO – Merespon situasi bangsa hari ini yang konon kekinian, Atdikbud Kedubes RI untuk New Delhi-India sekaligus Guru Besar Imu Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) Iwan Pronoto mengungkapkan kekesalannya pada dunia pendidikan Indonesia. Melalui media sosial twitter, dirinya pertanyakan hasil pendidikan Indonesia dewasa ini.

“Pendidikan Belanda menelurkan Manifesto Politik, Sumpah Pemuda, Pancasila, Republik, lalu apa hasil Pendidikan Indonesia?” tulis Iwan Promono via akun twitternya Sabtu (29/10/2016).

Tampak dalam kicauannya tersebut, Guru Besar Ilmu Matermatika lulusan University of Toronto, Canada ini menilai output pendidikan Belanda jauh lebih baik dari pada hasil pendidikan Indonesia yang sekarang.

Jika dulu para jebolan sekolah Belanda mampu menghasilkan Manifesto Politik, Sumpah Pemuda, Pancasila, dan Republik Indonesia, ini berbanding terbalik dengan hasil pendidikan sekarang yang hanya sekedar untuk menumbuhkan keberagaman saja sulit.

“Pendidikan kolonial bin imperialis sdh menumbuhkan kesadaran pemuda kt persaudaraan sekaligus mengesampingkan perbedaan suku & keyakinan,” tambahnya.

Lebih lanjut lagi, melalui ‘kicauannya’ di media sosial, dirinya seakan prihatin dengan kondisi bangsa ini yang semakin kehilangan arah.

“Apakah persekolahan perlu dan berhak mengajarkan atau mengindoktrinasikan KEBENARAN?”

“Jika saja manusia boleh dan mampu mengetahui KEBENARAN, maka manusia lain akan dihabisi berdasar keyakinan atas KEBENARAN itu.”

“KEBENARAN, apalagi Meyakini Kebenaran jauh lebih berbahaya drpd tak mengetahui Kebenaran.”

“Manusia dapat membunuh manusia lain atas KEBENARAN.”

“Bukankah pendidikan dan persekolahan sebaiknya fokus membelajarkan KEBAIKAN, menomorduakan KEBENARAN,” twittnya di akun @iwanpranoto. (Romandhon/Red-01)

Komentar

To Top