Connect
To Top

November Kelabu! Setelah Indonesia, Korsel, dan Amerika, Kini Malaysia

NUSANTARANEWS.CO – Rentetan peristiwa kegaduhan dunia terus bergulir hingga kini. Dalam sebulan terakhir, gemuruh para aksi demonstran meramaikan panggung demokrasi dunia menuntut sebuah keadilan.

Sebelumnya, awal November 2016, tepat hari Jum’at tanggal 4 November, Indonesia tengah diwarnai aksi besar-besaran dalam pangung sejarah oleh kelompok umat Islam yang dikenal dengan aksi 411. Aksi ini merupakan bentuk penuntutan terhadap pemerintah agar bersikap tegas terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama.

Tak lama berselang viral demonstrasi penuntutan terhadap pemerintah pecah di Negeri Gingseng, Korea Selatan. Dimana Sabtu (12/11) lautan manusia memenuhi kota Soeul. Ratusan ribu demonstran ini menuntut agar Presiden Park Geun-hye lengser dari jabatannya karena telah membiarkan kawan karibnya, Choi Soon-sil, mengakses dokumen pemerintah tanpa izin.

Masih dibulan yang sama, hari yang sama, kerusuhan meledak di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Satu demonstran tertembak di tempat menyusul aksi demo di Portland pada (12/11). Sejak kemenangan mengagetkan Trump atas Hillary Clinton, aksi demo menentang hasil pemilu memicu kegaduhan sistemik di sejumlah kota-kota besar di Amerika.

Kini aksi serupa juga tengah terjadi di Negeri Jiran, Malaysia. Dimana ribuan demonstran berkaos kuning tumpah ruah ke jalanan di Kuala Lumpur, Sabtu (19/11/2016). Mereka menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Najib Razak. Aksi demo besar-besaran ini diprakarsai oleh kelompok pro-demokrasi, Bersih.

Rentetan peristiwa di atas tampaknya menjadi sinyal betapa November ini menjadi bulan penuh kelabu. Kegaduhan demi kegaduhan seakan menjadi bola liar yang terus menjalar ke berbagai belahan dunia. Entahlah! (Romandhon)

Komentar