Berita Utama

Nostalgia KPK; Johan Budi Bantah Adanya “Empat Mata” Dengan Pimpinan KPK

Juru Bicara Presiden RI Johan Budi menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (11/11)/Foto Fadilah / Nusantaranews
Juru Bicara Presiden RI Johan Budi menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (11/11)/Foto Fadilah / Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi, mendatangi bekas kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (11/11/2016). Dia datang untuk memenuhi undangan acara ulang tahun Wadah Pegawai KPK ke-9.

“Tadi itu dalam rangka ultah (Wadah Pegawai KPK), sekali lagi saya tegaskan saya adalah ketua wadah pegawai yang pertama di KPK. Oleh karena itu ini ulang tahun wadah pegawai saya diundang,” tegasnya di Gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Johan diundang untuk menceritakan pengalamannya menjadi Ketua Wadah Pegawai KPK pada 2006-2007. Dalam pertemuan itu, Johan turut membagi kesenangannya bertemu dengan para pimpinan KPK antara lain Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode M Syarif.

Johan mengaku tak sedikitpun membahas ihwal kasus yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut dengan pimpinan KPK.

“Tidak ada (bahas kasus), tadi soal wadah pegawai, cerita bagaimana wadah pegawai dibentuk, bagaimana prosesnya, lalu pengalaman-pengalaman ketika pertama kali wadah pegawai eksis di KPK. Itu saja tadi,” tegasnya kembali.

Jo begitu ia akrab disapa tak dapat memungkiri ada beberapa hal yang dirindukannya saat berkarir di KPK sejak 2005-2015. Salag satunya adalah saat bercengkrama dengan awak media.

“Yang dirindukan di KPK adalah saat-saat kita bercengkrama dengan teman-teman pers,” tukasnya.

Selain Johan, WP-KPK juga mengundang mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang baru saja bebas bersyarat dari penjara untuk hadir dalam perayaan tersebut. Namun karena jadwalyamg sangat padat, Antasari pun tak memenuhi undangan KPK.

Sebagai informasi Johan memulai karir di KPK saat lembaga ini baru membuka kesempatan kerja bagi masyarakat umum lewat “Indonesia Memanggil I” yaitu pada 2005 sebagai staf di Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK.

Ia selanjutnya menjadi juru bicara KPK sejak 2006 hingga menjadi Deputi Pencegahan KPK pada 17 Oktober 2014 dan kemudian menjadi pelaksana tugas (Plt) Pimpinan KPK pada 20 Februari 2015 lalu. Johan mengakhiri tugas di KPK pada 23 Desember 2015. (Restu)

Komentar

To Top