Petani Gotong Royang ketika Panen Padi Tiba/Foto via agrarisindonesia
Petani Gotong Royang ketika Panen Padi Tiba/Foto via agrarisindonesia

NUSANTARANEWS.CO – Menyambut Hari Tani Nasional 2016 (24 September), Serikat Pemuda Mahasiswa Nusantara (SPMN) menyatakan Jokowi belum menjalankan Nawacita, khususnya terkait dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mendorong land reform.  Demikian kata Ketua Nasional SPMN, Verly Montung di sela-sela acara deklarasi SPMN, Jumat (23/9).

“1 tahun 11 bulan Jokowi berkuasa, land reform belum terlaksana, yang terjadi justru merebut tanah rakyat,” kata Verly.

Selama Presiden Jokowi berkuasa, kata dia, konflik agraria tidak terselesaikan. Namun justru terus terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, imbuhnya, masih banyak petani yang tidak memiliki tanah.

“Dari data Konsorsium Pembaharuan Agraria yang fokus ke persoalan agraria, dari tahun 2004 hingga 2015 saja ada 1634 konflik agraria, antara rakyat (petani) dengan perusahaan swasta maupun dengan perusahaan plat merah seperti PTPN atau PERHUTANI,” ungkapnya.

Konflik agraria yang terjadi menurut Verly, karena pemerintah tidak tegas dalam mensejahterakan rakyat. Disamping itu, Pemerintah bukannya menyelesaikan konflik yang terjadi malah merebut tanah rakyat dengan dalih program pembangunan.

“Seperti pembangunan bandara Kertajati yang sebagian lahannya menggusur lahan pertanian produktif, ungkapnya lagi.

Bagi dia, persoalan meningkatkan kesejahteraan rakyat, harusnya menjadi prioritas utama Presiden Jokowi. Land reform jangan hanya dijadikan alat pencitraan. Tetapi harus ada bukti nyata bukan hanya terhadap lahan tidak produktif dipinggiran hutan yang dibagikan, melainkan juga lahan-lahan produktif lain yang dapat mensejahterakan rakyat.

Karena itu, SPMN berencana melakukan aksi peringatan Hari Tani Nasional 2016, di 14 kota/kabupaten. “Peringatan Hari Tani Nasional kami jadikan momentum awal untuk berkonsolidasi menjelang 2 tahun pemerintahan Jokowi. Jadi kita akan siapkan rangkaian aksi dari 24 September hingga 20 Oktober,” tandasnya. (Sulaiman/Red-02)

Komentar