Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin di Kantor MUI /Foto SelArt / Nusantaranews
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin di Kantor MUI /Foto SelArt / Nusantaranews
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin di Kantor MUI /Foto SelArt / Nusantaranews
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin di Kantor MUI /Foto SelArt / Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar pemerintah daerah tidak melarang ummat Islam takbir keliling untuk menyambut datangnya hari Raya Idul Fitri.

“Supaya masyarakat bisa merasakan bagaimana kegembiraan menyambut Idul Fitri,” ujar Ketua MUI KH. Makruf Amin, di kantor MUI, Jakarta, Jumat (1/7).

Menurut Ma’ruf, takbir keliling memang sudah menjadi tradisi masyarakat. Ia memaklumi apabila ada pemda yang melarang karena dikhawatirkan akan terjadi konflik.

“Apabila dianggap ada kerawanan tentu kita harus patuh,” tuturnya.

Ia juga mengimbau, bagi daerah-daerah yang tidak dilarang, dipersilahkan untuk melakukan takbir keliling. “Jadi tidak usah memaksa diperbolehkan takbir keliling,” tandasnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat melarang umat Islam takbir keliling. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya konflik horizontal atau kerawanan sosial lainya. (Achmad)

Baca juga:

MUI Bolehkan Jasa Tukar Uang
MUI: Perda Syariah Hanya Isu
MUI Siap Berjihad Melawan PKI
Soal Tidak Puasa, MUI: Logikanya Jangan Terbalik!

Komentar