Habib Rizieq beserta rombongan saat di DPR didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/Foto Deni/NUSANTARAnews
Habib Rizieq beserta rombongan saat di DPR didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/Foto Deni/NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi meminta aparat resmi meminimalisir isu di masyarakat terkait kriminalisasi ulama. Sebab menurutnya, kriminalisasi ulama bukan hanya merugikan satu pihak, namun juga berbahaya untuk banyak kalangan karena memancing timbulnya gejolak di masyarakat.

Masduki menyampaikan, jika Habib Rizieq Shihab (HRS) benar menyalahi hukum, maka diharapkan dapat diproses sesuai prosedur. Masduki juga mempertanyakan tujuan dari rencana kabar penjemputan paksa oleh polisi, mengingat pendapat yang mengatakan bahwa hal itu adalah salah satu tindak kriminalisasi.

“Kalau memang Habib Rizieq ada kaitannya tentang masalah hukum saya kira proses secara hukum seperti apa yang sesuai dengan aturan jangan sampai ada hal-hal yang sebagaimana dikhawatirkan oleh masyarakat itu,” ujar Masduki melalui siaran persnya, Jumat (16/6/2017).

MUI juga mengimbau masyarakat agar dalam berpikir dan bertindak dengan kepala dingin. Jangan sampai menimbulkan perpecahan atau hal yang tidak diharapkan. Fatwa MUI tentang media sosial diadakan lantaran banyak masyarakat yang tidak bijak dalam menggunakan sosial media.

Sementara itu, menanggapi kasus yang menyeret Habib Rizieq, Kepala Bidang Kerjasama Pusat Penyuluhan Sosial (Puspensos) Kemensos RI Joko Irianto saat isi acara bertajuk Tadarus Kebangsaan Anti Narkoba yang diadakan Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) PP GP Ansor 13 Juni 2017 lalu mengatakan bahwa kasus Habib Rizieq itu politis.

“Selain narkoba yang juga berbahaya adalah pornografi. Termasuk juga kasus pornografi yang menyeret Habib Rizieq. Tapi itu politis. Gak baik kalau ini dibicarakan di sini,” ungkap Joko Irianto.

Itulah alasan mengapa kasus dugaan pornografi yang menyeret Habib Rizieq kemudian akan diujikan dengan langkah hukum praperadilan. Ini menyusul dugaan kuat, adanya campur tangan pihak tertentu yang sengaja ingin menyudutkan Habib Rizieq.

Dalam hali ini ketua Advokasi Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman mengaku akan terus mengusut dugaan tersebut. Sebelumnya, ia menduga ada intervensi dari sejumlah pihak terkait penanganan chat mesum yang diduga melibatkan Habib Rizieq.

Pewarta: Ricard Andika
Editor: Romandhon

Komentar