Peluncuran buku Miqat Kebinekaan karya Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, jumat (9/6/2017)/Foto: Ucok Al Ayubbi)/Nusantaranews
Peluncuran buku Miqat Kebinekaan karya Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, jumat (9/6/2017)/Foto: Ucok Al Ayubbi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini melaunching sebuah buku dengan judul ‘Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan. ‘ di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Buku ini mengulas tentang upaya untuk menyebarkan Islam yang ramah. Menurut penulis, Islam seharusnya didakwahkan dengan cara-cara yang santun dan bijak serta menghindari cacian, hinaan, teror, kebencian dan cara-cara serupa yang tak dibenarkan dalam ajaran Islam.

Acara bedah buku ini diketahui menghadirkan Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, Ignasius Suharyo (KWI), Bhiksu Wiraduta (Budha) dan Pdt. Henriette Hutabarat (PGI). Hadir juga Direktur Penerbit Erlangga Raja Daud Manahara.

Dikatakan Helmy, buku ini hadir untuk menjawab kegelisahan atas munculnya aliran-aliran yang sekarang tampak mulai menjauh dari keislaman. Selain itu, kata dia, ada semacam upaya-upaya pemaksaan kehendak melalui gerakan politik maupun gerakan-gerakan yang mengatasnamakan Islam.

Untuk itu ia mengingatkan bahwa dalam mengembangkan Islam sebaiknya melihat sejarah Nabi Muhammad. Nabi, kata dia, selalu mengedepankan dakwah dengan pendekatan bil hikmah wal mauizatil hasanah, yakni seruan manusia di jalan Tuhan dengan cara-cara yang bijaksana dan dengan pengajaran-pengajaran yang baik (suri tauladan). (ed)

Pewarta: Ucok Al Ayubbi
Editor: Eriec Dieda

Komentar