Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengunjungi sentra produksi jagung di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen/Foto: suara.com
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengunjungi sentra produksi jagung di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen/Foto: suara.com

NUSANTARANEWS.CO – Pasar rakyat merupakan salah satu indikator nasional dalam pergerakan tingkat kestabilan harga/inflasi.

Demikian penilian Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita disela-sela kunjungan kerjanya bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke sejumlah pasar rakyat di dua kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Pasar Giwangretno, Kebumen dan Pasar Krendetan, Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (7/10).

Lantaran kunjungan tersbeut untuk memantau amanat program nawacita, yaitu revitalisasi pasar, maka Mendag berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya revitalisasi pasar rakyat.

Disamping itu, Mendag Enggar bersama Mentan Amran juga mengunjungi sentra produksi jagung di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Keduanya bertatap muka dengan para petani dalam rangka panen raya serta persiapan tanam jagung 5.000 hektare di tahun 2017.

Dalam sambutannya, Mendag meminta para petani untuk tidak khawatir dalam menanam jagung karena jagung merupakan salah satu dari tujuh komoditas yang dijamin harganya oleh Pemerintah.

“Jika harga jagung lebih rendah dari harga batas bawah, maka akan diserap oleh Bulog,” imbuh Mendag.

Tidak hanya itu, kedua Menteri juga meninjau Kelompok Tani Ternak Rukun Maju Makmur di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pada dialog tersebut, Kelompok Tani Ternak Rukun Makmur Jaya meminta dukungan kepada kedua Menteri untuk pengembangan eduwisata di daerah tersebut.

Sedangkan Mendag, pada pertemuan itu, menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah tengah menggodok rencana persiapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk peternak dan petani. (Riskiana/Red-02)

Komentar