Aksi Damai 212/Ilustrasi Foto Istimewa
Aksi Damai 212/Foto: Istimewa

Oleh: Hilkadona Syahendra (Aktivis KAMMI)

Islam dan Kebangsaan, Bertentangankah?

Tulisan di bagian ini, sekali lagi bukan bermaksud memunculkan politik identitas negatif yang sebagian orang persepsikan. Justru melalui tulisan ini saya ingin menjelaskan bahwa berpolitik itu tentu memiliki identitas dan konsistensi dalam bersikap. Itulah mengapa ada partai politik, parpol keagamaan, ormas, ormas keagamaan, dll.

Semua identitas apapun diberi ruang oleh Konstitusi dan UU untuk hidup dan berkembang, kecuali yang dilarang melalui hukum. Karena menjaga identitas itu sudah menjadi bagian dari perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Saya ingin katakan bahwa bukan politik identitasnya yang salah.

Tetapi yang salah adalah fungsi dari politik identitas itu bertujuan memecah belah NKRI atau justru sebenarnya ingin menyelamatkan NKRI? Apakah benar umat islam ingin memecah belah NKRI? atau justru mereka menjaga keadilan di NKRI? Agar tidak ada satu agama pun yang dinodai ajarannya. Agama islam, kristen, Hindu, Budha dan Konghuchu, apapun agamanya, tidak ada satu agama pun di NKRI ini yang boleh dinistakan.

Selain itu, untuk meluruskan kesalahpahaman ini, Saya kira mungkin berikut penjelasannya. Semua orang pasti kenal Seorang KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, bung Tomo, M. Natsir, Moh. Hatta, dll. Tentu kita sudah bisa menilai. Tokoh-tokoh di atas adalah pejuang konstitusional agar NKRI tidak dipecah-belah oleh belanda dan sekutu. Bahkan ratusan tahun sudah umat islam menjaga nusantara dari jajahan asing, seperti yang dilakukan oleh Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol.

Mereka semua adalah sosok tokoh yang mengedepankan nilai-nilai/identitas keislaman dan kebangsaan dalam bentuk akhlak dan tauladan yang mampu menggerakkan ratusan ribu bahkan jutaan massa untuk melindungi kedaulatan pribumi nusantara Indonesia. Keislaman dan kebangsaan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari tokoh-tokoh yang saya sebutkan di atas. Sebab Umat Islam tidak akan mau NKRI lepas dari pangkuan ibu Pertiwi, apalagi lepas ke pangkuan bangsa asing kembali.

Umat Islam adalah salah satu elemen bangsa yang pionir menjaga kedaulatan dan kebhinekaan NKRI. Hal itu dibuktikan misalnya dengan perjuangan ormas terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadyah dan NU. Kedua organisasi ini mewakili wajah umat Islam dalam menjaga NKRI yang masih eksis sampai hari ini. Inilah yang harus seluruh rakyat Indonesia ketahui.

Kesimpulannya, Islam adalah salah satu agama yang ada di Indonesia. Sebab masih banyak agama lain yang ada di Indonesia. Akan tetapi Kebetulan umat islam yang mayoritas, sehingga sering sekali untuk mempertahankan kemerdekaan, Islam politik dijadikan landasan berfikir dan bertindak untuk mempertahankan tanah air nusantara.

Sebagai rekomendasi, dinamika yang terjadi belakangan ini harus sama-sama kita ambil hikmah dan pelajarannya bahwa semua agama tidak boleh dinistakan, sebab akan menimbulkan gerakan massa yang bisa memecah belah NKRI.

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar