(Ilustrasi) Keluarga Anies Baswedan (Gubernur Terpilih Pilgub DKI 2017). Foto Istimewa/ @aniesbaswedan.
(Ilustrasi) Keluarga Anies Baswedan (Gubernur Terpilih Pilgub DKI 2017). Foto Istimewa/ @aniesbaswedan.

NUSANTARANEWS.CO – Setiap keluarga berjuang keras untuk selalu mendapatkan kebahagiaan dan selalu dilingkupi keharmonisan di dalam  rumah mereka. Dimana setiap orang menyadari tentang tugasnya masing-masing, saling menaruh perhatian satu sama lain, terjalin komunikasi dengan baik dan penuh kasih sayang.

Jika anda seorang istri dan ibu, anda tentu selalu ingin mencurahkan kasih sayang dan perhatian anda pada mereka. Anda menginginkan segala yang terbaik yang anda bisa lakukan menjadikan salah satu sumber kebahagiaan bagi mereka.

Bekal atau kotak makan siang, mugkin hanya sesuatu yang sepele. Akan tetapi hal ini masih banyak luput dari perhatian para ibu, atau menganggap hal tersebut tidak dapat disempatkan karena kasibukannya. Padahal manfaat bekal yang anda siapkan untuk suami dan anak anda mungkin memiliki fungsi yang luar biasa.

Bekal yang anda siapkan adalah bentuk dari kasih sayang anda pada keluarga anda yang nyata dapat mereka rasakan. Ini akan membuat suami dan anak-anak merasa bahwa nada selalu mempethatikan mereka. Kebiasaan ini akan dicerna dan menghasilkan kasih sayang yang sama tumbuh dalam benak mereka terhadap anda. Sehingga rasa kasih sayang tersebut akan selalu terjalin.

Bekal dapat menjadi bentuk komunikasi non verbal. Mengapa demikian? Ini sama halnya dengan anda mengucapkan, “jangan memakan sembarang makanan, nanti bisa sakit!”, atau “Makanlah yang teratur, jangan membiasakan diri untuk telat makan.” Dengan membawakan bekal makan siang untuk suami dan anak anda maka anda tidak perlu mengatakan hal itu setiap hari, karena bisa jadi ocehan anda tentang makanan justru dapat melahirkan kekesalan terhadap anak dan suami anda.

Dengan menyiapkan bekal untuk suami dan anak anda, anda memberikan perlindungan bagi mereka dari makanan yang tidak terjamin kebersihan dan kesehatannya. Anda dapat menangani persoalan gizi yang masuk ke dalam tubuh mereka setiap harinya.

Anda tidak perlu cemas dan marah ketika makanan yang anda bawakan, tidak habis atai tidak dimakan. Menyiapkan bekal bukan berarti anda bersikap otoriter. Ketika itu tidak habis atau bahkan tidak dimakan, anda hendaknya menanyakan sebabnya. Bisa jadi, itu adalah makanan yang tidak terlalu disukai mereka, mereka tidak merasa terlalu lapar atau terjadi masalah dalam pekerjaan mereka sehingga mengurangi nafsu makannya, atau seorang atasan mengajak makan bersama.

Jadi, persiapkanlah kotak makan untuk orang-orang yang kita sayangi dan biarkan mereka merasakan kasih sayang anda.

Penulis: Riskiana
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar