Indonesia dalam Dunia. Foto: Ely Radia
Indonesia dalam Dunia. Foto: Ely Radia

NUSANTARANEWS.CO – Saat ini jumlah penduduk bumi sudah mencapai 7 miliar lebih. Sedangkan idealnya dihuni sekitar 3-4 miliar jiwa. Guna memenuhi kebutuhan hidupnya mereka menggunankan sumber energi dari fosil (minyak), sehingga apabila minyak habis maka akan berebut untuk mencari sumber energi alternafif dan sumber energi alternatif terbesar salah satunya adalah negara kita.

Menurut Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono dalam keterang tertulis yang diterima Senin (19/6/2017) mengungkap dengan adanya perebutan sumber energi berupa minyak yang saat ini terjadi di daerah Timur Tengah sangat dimungkinkan konflik yang saat ini terjadi di sana bisa pindah di daerah negara-negara di jalur khatulistiwa.

“Disamping itu negara kita adalah negara yang sangat kaya raya, seperti halnya di Maluku,  Timor Timur memiliki kandungan gas alam yang sangat banyak sehingga bukan referendum yang menjadi alasan akan tetepi ada alasan lain yang tersembunyi yang lebih besar lepasnya Timor Timur tersebut. Sehingga luasnya wilayah kita dibandingkan dengan jumlah TNI yang hanya sekitar 500.000 orang tentunya masih kurang sedangkan negara lain seperti China tentaranya mencapai sekitar 4 juta personel,” ungkapnya.

Ancaman yang mengancam negara kita adalah dijajah oleh media sosial yang bisa masuk ke rumah-rumah tanpa batas. “Oleh karena itu kondisi bangsa kita yang seperti ini perlu dipaparkan kepada para warga masyarakat dan para ulama,” sambungnya.

Ancaman berikutnya kata dia, berasal dari luar, bahwa kondisi militer negara-negara tetangga dinilai sudah jauh lebih maju dibanding negara Indonesia. Dirinya mencontohkan seperti Singapura yang memiliki pesawat tembur jauh lebih banyak dari Indonesia.

Selanjutnya, permasalahan imigrasi/imigran ilegal juga menjadi salah satu penyebab permasalahan di negara Indonesia. “Karena negara kita tidak akan bisa mengusir imigran tersebut karena kalah dengan perjanjian dengan UNHCF dan apabila dilanggar negara kita akan mendapatkan sanksi dari dunia internasional,” ujarnya.

Ancaman lain yang tidak hanya berasal dari luar tetapi juga berasal dari dalam seperti halnya adanya pemberontakan PKI tahun 1965 yang membantai ulama dan TNI yang mana untuk data orang-orang yang terlibat peristiwa tersebut masih ada dan diamankan. “Hanya TNI yang mempunyai data tersebut secara akurat, selain itu juga adanya kelompok Islam yang ingin menderikan negara Islam,” terangnya. (*)

Editor: Romandhon

Komentar