Sosialisasi empat pilar MPR RI ini anggota MPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Moh Arwani Thomafi/NUsantaranews Photo
Sosialisasi empat pilar MPR RI ini anggota MPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Moh Arwani Thomafi/NUsantaranews Photo

NUSANTARANEWS.CO – Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi, mengungkapkan bahwa wajib hukumnya bagi para santri Nahdlatul Ulama (NU) dan juga warga Nahdliyin untuk membela ulamanya yang dihina dan dilecehkan dalam hal ini Rais ‘Aam PBNU, KH. Ma’ruf Amin.

Arwani yang juga santri NU pun mengakui bahwa perlakuan terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kepada Ma’ruf Amin saat persidangan kemarin sangatlah menyakitkan.

“Intinya kalau seorang santri, sudah wajib itu (membela). Seperti kejadian kemarin itu (penghinaan Ahok kepada Ma’ruf), rasanya itu menyakitkan gitu loh bagi seorang santri melihat Kyai dibegituin, diperlakukan seperti itu rasanya sakit,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (02/02/17).

Bahkan, Arwani menegaskan, seluruh santri, warga dan Badan Otonom (Banom) yang ada di bawah NU wajib membela Kyai Ma’ruf.

Baca:
Apa yang terjadi jika warga NU bereaksi tanggapi sikap Ahok ke Maruf Amin?
Demokrat Minta Polisi Respon Soal Rekaman Ahok
Tak Bisa Buktikan Rekaman, Ahok Cs Bisa Diperkarakan
DPR: Tak Wajar Ahok Cs Miliki Rekaman Percakapan SBY-Ma’ruf
Hina Ketua MUI, Sikap Ahok Cs Kontraproduktif dengan Upaya Kerukunan Beragama

“Itu kalau nggak dibela nanti seluruh Kyai NU dibuat mainan sama orang-orang seperti itu (Ahok). Ini seorang Kyai loh, seorang tokoh, udah sepuh lagi,” ujar Anggota Komisi I DPR RI itu.

Menurut Arwani, kalaupun Ahok merasa keberatan dengan kesaksian ataupun pernyataan Ma’ruf Amin, maka seharusnya Ahok melakukannya dengan cara-cara yang santun dan beradab.

“Kan bisa dengan cara-cara yang santun, kita berbeda monggo dalam era demokrasi, itu bebas-bebas saja, tetapi sampaikanlah dengan cara-cara yang santun, lembut, yang halus. Bebas saja kok kita nggak setuju dengan pendapat atau pemikiran orang lain, tetapi disampaikan melalui cara-cara yang santunlah,” katanya.

Terlebih lagi, Arwani menambahkan, dalam suasana menjelang Pilkada seperti ini. Alangkah baiknya jika semua pihak bisa menahan diri dan menjaga situasi agar semakin kondusif.

“Apalagi di tengah eskalasi politik seperti ini mestinya semua pihak menjaga suasana itu menjadi lebih tenang, lebih kondusiflah gitu,” ungkapnya menambahkan. (Deni)

Komentar