Ekonomi

Menurunkan Harga Prioritas yang Harus Dikerjakan Jonan-Arcandra

Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Wakil Menteri Archandra Tahar/ Foto: Bernas.com
Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Wakil Menteri Archandra Tahar/ Foto: Bernas.com

NUSANTARANEWS.CO -Secara mengejutkan presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik dua bekas menteri yang sudah dicopot dari jabatan sebelumnya, sebagai Menteri dan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru. Kedua orang tersebut adalah Ignasius Jonan yang saat ini mengisi posisi Menteri ESDM, sebelumnya Jonan menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan dicopot dalam perombakan kabinet kedua. Adapun wakilnya adalah Arcandra Tahar yang sebelumnya juga dicopot dari jabatan sebagai Menteri ESDM pada 15 Agustus 2016, sesudah terungkap bahwa dia memiliki dua Kewarganegaraan yakni Indonesia dan Amerika Serikat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi VII Dito Ganunduto mengatakan ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh kedua orang tersebut. Salah satunya adalah persoalan harga gas yang harganya masih sangat mahal. Politikus Golkar itu meminta kedua orang tersebut dapat menurunkan harga gas industri untuk konsumsi seperti yang diamanatkan oleh presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Karena kalau harga gas kita terlalu tinggi,  tidak mungkin industri kita dapat berkembang,” katanya dalam diskusi publik di Jakarta, Sabtu, (15/10).

Dia berujar terkait Persoalan tersebut pemerintah bisa mengaturnya dari hulu sampai hilir. Untuk sektor hulu pemerintah bisa mengurangi giverment tax-nya sedangkan untuk Disektor hilir pemerintah bisa meninjau kembali tol fee nya.

“Tol fee yang mereka klaim selama inikan lebih daripada left timenya 5 tahun padahal pipa itu bisa sampai left timenya 20 tahun. Nah pemerintah bisa atur disitu,” kata dia.

Masih terkait harga gas dia menyarankan agar pemerintah dapat segera membenahi para trader yang tidak mempunyai infrastruktur dan hanya mengandalkan kertas saja. Menurutnya ini sangat penting untuk industri dalam negeri kedepannya.

“Tapi dibalik semua itu yang paling penting adalah Menteri dan wakilnya ini bisa bekerjasama dengan eselon I, jadi eselon I yang ada di ESDM itu dioptimalkan semaksimum mungkin karena mereka yang selama ini bisa mengikuti dan bisa di-update apa yang terjadi di sektor ESDM. Apalagi kedua pejabat ini kan belum pernah berkecimpung di sektor ESDM Indonesia dan birokrasi di sektor ini juga sangat luar biasa. Jadi kerjasama tersebut sangat dibutuhkan,” tandasnya. (Restu)

Komentar

To Top