Dokumentas Menteri Susi Pudjiastuti di pelabuhan nelayan Larantuka NTT/Foto Nusantaranews
Dokumentas Menteri Susi Pudjiastuti di pelabuhan nelayan Larantuka NTT/Foto Nusantaranews
Dokumentas Menteri Susi Pudjiastuti di pelabuhan nelayan Larantuka NTT/Foto Nusantaranews
Dokumentas Menteri Susi Pudjiastuti di pelabuhan nelayan Larantuka NTT/Foto Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan ide cemerlang demi perbaikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Jakarta Utara. Ide yang bisa disebut ekpektasi tunggi ini Susi sampaikan dalam kunjungannya ke Lolasi TPI terbesar di Jakarta hari ini.

“Saya mau bikin (pasar ikan – red) Tsukiji di Indonesia supaya pasar ikan tertib dan jauh dari mafia serta kesan kumuh. Kita ingin kapal-kapal di sini tertib bongkar muat kemudian industri tertib,” ungkap Susi di UPT Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (22/7).

Awalnya Niat dan tujuan Susi dalam kunjungan ini adalah dalam rangka memonitor fasilitas di TPI Muara Baru. Setelah melihat-lihat keadaan di lokasi, lahirlah ide untuk membangun pasar modern di Indonesai. Sebab, katanya, apabila TPI Muara Baru dikelola dengan baik maka bisa setara dengan Tsukiji Fish Market di Jepang.

Susi pun berharap dengan terbangunnya pasar modern a la Jepang di Jakarta Utara ini, segala aktivitas perdagangan menjadi lebih baik dan stabil.

“Pemerintah harus bisa mendapatkan pemasukan memadai dan menjadi aktivitas ekonomi perdagangan Muara Baru baik,” terangnya.

Selanjutnya, muncul pula ekspektasi dalam diri Susi yaitu, memaksimalkan upaya penangkapan ikan secara ilegal atau Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing di Indonesia. Bahkan, pihaknya juga ingin menerapkan penangkapan ikan yang legal dan sesuai ketentuan yang ada.

Menurutnya, jika upaya di atas diberlakukan, maka data-data mengenai jumlah kapal dan segala bentuk aktivitas mereka di laut akan diketahui. “Merealisasikan rencana KKP IUU Fishing menjadi legal, reported, deregulated fishing untik menampung semua aktivitas jual beli ikan yang dibeli kapal-kapal mitra baru,” tandasnya. (MRH/Sel)

Komentar