Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai acara Pencanangan 50 juta Cabai, di lapangan tembak Markas Komando Kostrad 328 Cilodong, Depok, Selasa (22/11/2016)/Foto Andika / NUSANTARAnews
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai acara Pencanangan 50 juta Cabai, di lapangan tembak Markas Komando Kostrad 328 Cilodong, Depok, Selasa (22/11/2016)/Foto Andika / NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Tingginya curah hujan belakangan ini dikhawatirkan dapatbmenggenangi lahan pertanian yang siap panen. Namun, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, banjir tidak menjadi ancaman dan akan memberikan asuransi lahan.

“Kalau banjir tidak masalah, karena luas tanah tanam lebih dari 1 juta hektar. Pengalaman kami baca data 20 tahun, kerusakan karena banjir itu 100 hingga 200 ribu hektar,” ujar Amran dalam acara Pencanangan 50 juta Cabai, di lapangan tembak Markas Komando Kostrad 328 Cilodong, Depok, Selasa (22/11/2016).

Untuk membantu para petani yang terkena dampak banjir, sesuai dengan program Presiden Jokowi, Kementerian Pertanian menyiapkan asuransi lahan.

“Atas arahan pak presiden, kita mempersiapkan asuransi lahan 1 juta hektar seluruh Indonesia,” kata Amran.

Amran mengatakan bahwa harga beras saat ini sudah turun 28 persen dan tahun ini Indonesia sudah tidak impor beras. Ia juga mengungkapkan bahwa sekarang ini pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan untuk ekspor beras.

“Alhamdulillah tahun ini kita tidak impor beras. Bersiap untuk ekspor, tidak boleh impor,” tuturnya. (Andika)

Komentar