Ekonomi

Menteri Pertanian dan BPK Sepakat Awasi Pupuk Subsidi

Pupuk Bersubsidi. foto via sinarharapan
Pupuk Bersubsidi. foto via sinarharapan

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan dengan Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI), Rizal Dzalil membahas pengawasan pupuk subsidi.

Hal itu dilakukan karena program pangan menjadi salah satu program fokus Presiden Joko Widodo dalam rangka mensejahterakan petani dimana pupuk subsidi merupakan komponen produksi penting dan strategis.

Rizal Dzalil menjelaskan bahwa pupuk subsidi dalam program pangan yang menjadi fokus perhatian yakni terkait pupuk subsidi.

“Saya dengan pak Menteri tadi berbicara tentang pangan dan khusus pupuk subsidi. Kami mendiskusikan bagaimana program ini betul-betul dapat memenuhi kebutuhan petani yang bertani di lapangan yang menjadi tepat guna dan tepat sasaran, serta dapat dicapai ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Rizal Djalil dalam keterangan tertulis dari biro perencanaan dan hubungan masyarakat Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin, 30 Januari 2017.

Menurut Rizal Djalil, implementasi distribusi pupuk subsidi harus dapat dijamin efektif untuk petani secara tepat guna dan tepat sasaran. Ia mengatakan hakekat subsidi pupuk adalah petani yang membutuhkan pupuk subsidi benar-benar mendapatkan haknya.

“Karena itulah, harapan Presiden supaya petani yang membutuhkan pupuk subsidi, betul-betul mendapatkan haknya,” kata Dzalil.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian alokasi pupuk subsidi tahun 2016 sebesar 9,5 juta ton. Subsidi pupuk ini memberikan benefit dan dampak penerimaan yang lebih besar dibandingkan dengan subsidi yang dikeluarkan oleh Pemerintah. (Richard)

Komentar

To Top