Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Foto Andika/Nusantaranews
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi/Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan akan memesan 100 kapal pelayaran rakyat lewat industri pembuatan kapal rakyat nasional. Kementerian Perhubungan memesan kapal dari industri rakyat tersebut demi untuk mempertahankan dan meningkatkan kearifan lokal.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, dalam kunjungan ke Galangan Kapal Bumirejo di Juwana, Pati, Jawa Tengah, pada Kamis, 23 Maret, dirinya melihat bahwa produk kapal dari industri rakyat sangat bagus.

“Saya lihat hasil pengerjaannya bagus sekali, kapal dibuat dengan kayu merbau. Jadi industri-industri kapal seperti ini yang harus dihidupkan kembali karena ini adalah kearifan lokal, tidak banyak orang yang bisa,” jelas Budi Karya dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Pembelian kapal oleh Kementerian Perhubungan ini untuk mendukung transportasi laut ke daerah-daerah yang tidak dilayani oleh kapal perintis serta mendorong usaha masyarakat pada kapal-kapal tradisional yang mengangkut komoditas bahan pokok atau barang lainnya.

“Jadi 100 kapal ini akan kami berikan ke beberapa pemerintah daerah atau Yayasan supaya mereka mendapat kapal baru yang bagus dengan harapan industri perkapalan menjadi berkembang, dan pelayaran rakyat semakin bagus sehingga konektivitas logistik dari satu pulau ke pulau, dari satu tempat ke tempat lain menjadi lebih cepat,” jelasnya.

Budi Karya menyampaikan, pemberian bantuan kapal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing masyarakat dalam transportasi laut.

“Pemerintah sudah berikan subsidi, bantuan kapal dan pendidikan vokasi pelaut dengan tujuan supaya masyarakat kita dapat bersaing serta dapat bertahan dengan segala kearifan lokal yang dimiliki,” ungkap dia.

Dirinya juga mengatakan fokus pemberian kapal tidak hanya ke wilayah timur Indonesia tapi juga ke wilayah Jawa.

“Pelayaran memang diutamakan ke wilayah timur tapi juga ada pergerakan dari wilayah Jawa ke Karimun Jawa. Kita akan identifikasi apa saja yang dibutuhkan karena setiap wilayah memiliki potensinya masing-masing sehingga industrinya bisa tumbuh dan pergerakan pelayanan rakyatnya juga berkembang,” tuturnya.

Selebihnya, ke depannya Budi Karya berharap industri pembuatan kapal rakyat ini dapat diikutkan dalam tender pengadaan 100 kapal rakyat dengan bobot 35 GT.

Reporter: Richard Andika

Komentar