Menteri ESDM Sudirman Said sambangi KPK, Selasa (24/5/2016)/Foto: Rere Ardiansah/nusantaranews.co
Menteri ESDM Sudirman Said sambangi KPK, Selasa (24/5/2016)/Foto: Rere Ardiansah/nusantaranews.co
Menteri ESDM Sudirman Said sambangi KPK, Selasa (24/5/2016)/Foto: Rere Ardiansah/nusantaranews.co

NUSANTARANEWS.CO – Anggota Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian, menyampaikan bahwa apa yang diprotes Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kepada pihak PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) Tbk kemungkinannya adalah terkait harga tarif pembelian listrik yang dibeli oleh PLN dari pihak swasta.

“Saya melihat yang diprotes Menteri ESDM itu bukan soal subsidi yang dari PLN, tapi mungkin yang diprotes Menteri ESDM adalah harga tarif listrik yang dibeli oleh PLN,” ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PLN di ruang rapat Komisi VII Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (25/7/2016) malam.

Kendati demikian, Ramson pun enggan berspekulasi. Menurutnya, Komisi VII pun akan mengklarifikasi langsung hal tersebut kepada Menteri ESDM dalam rapat berikutnya, yakni pada hari ini, Selasa (26/7/2016).

Namun di samping itu, dalam RDP dengan pihak PLN, Ramson kembali meminta penjelasan dari pihak PLN berapa sebenarnya harga tarif pembelian listrik dari pihak swasta tersebut. Pasalnya, karena ketidaktahuan itulah publik berpikir bahwa PLN terlalu besar dalam mengambil untung.

“Jadi kita harus tahu dulu berapa nilai tarif yang dibeli oleh PLN itu, mungkin publik karena tidak tahu berapa nilai tarifnya maka jadi berpikir bahwa PLN itu terlalu besar ngambil untung,” ujarnya.

Namun sangat disayangkan, saat pihak PLN akan memberikan penjelasan, ada beberapa anggota Komisi VII yang menyarankan agar penjelasan tersebut dilakukan dalam sesi rapat singkat yang tertutup. Sehingga para awak media pun tidak bisa mengikuti jalannya sesi yang disebut para awak media sebagai sesi “curhat” PLN tersebut.

Sekadar informasi, dalam RDP dengan PLN kali ini, hampir seluruh anggota Komisi 7 yang hadir mempertanyakan terkait kisruh diantara PLN dengan Menteri ESDM.

Kekisruhan itu bermula pada saat beberapa waktu lalu, Menteri ESDM Sudirman Said menyindir PLN yang dijadikan mesin pencetak uang oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan, Sudirman juga mengeluarkan pernyataan yang berisi peringatan kepada Menteri BUMN beserta jajaran Direksi PLN agar jangan menjadikan PLN sebagai mesin pengeruk keuntungan. (deni/red)

Komentar