Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Foto: Andika/Nusantaranews
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Foto: Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Kupang – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menghimbau kepada petani di Belu dan Malaka, Nusa Tenggara Timur, agar memanfaatkan lahan tidur untuk ditanami jagung. Tidak hanya itu, Mentan juga menargetkan penanaman jagung seluas 50.000 Ha di Malaka dan 25.000 Ha di Belu.

Hal itu dinyatakan Mentan mengingat NTT dikenal sebagai salah satu propinsi penghasil jagung terbesar se-Indoesia. Tahun 2014, total produksi jagung di NTT sebesar 647.108 ton sedangkan tahun 2015 sebesar 685.081 atau mengalami peningjatan sebesar 5.87 %. Dan hingga triwulan 2017,  total produksi telah mencapai 680.000 ton. Dengan demikian NTT secara konsisten mampu menjaga peningkatan produksi dari tahun ke tahun.

“Jangan ada sejengkal lahan tidur yang tidak termanfaatkan,” kata Mentan dalam sambutannya di hadapan para petani saat melaksanakan panen raya jagung hibrida varetas Srikandi Putoh di desa Kenebibi, Kabupaten Belu, NTT, Selasa (14/3/2017) seperti dikutip dari siaran pers Kementan.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan mengunjungi Motaain sebagai salah satu wilayah perbatasan Indonesia dan juga jalur distribusi ekspor.

Untuk itu, Menta menghendaki NTT mampu mengekspor jagung, bawang merah, kacang tanah dan kacang hijau ke Timor Leste. “Tiga bulan ke depan kita canangkan untuk ekspor jagung, bawang merah dan kacang ke Timor Leste. Saat ini kita mulai tanam,” imbaunya. (rsk)

Editor: Sulaiman

Komentar