Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman/Foto Andika / NUSANTARAnews
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman/Foto Andika / NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman mengaku bosan ditanya terkait harga komoditas cabai yang terus mengalami kenaikan. Bahkan menurutnya, jika hanya membahas harga cabai maka negara Indonesia tidak akan maju.

“Kemudian cabai ini perlu kami luruskan, karena ini hampir setiap hari ditanyakan. Kalau ditanya cabai terus, kapan kita maju saudaraku,” tegas Amran, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2017).

Kata Amran cabai bukan penyumbang inflasi yang signifikan, karena cabai bukan termasuk komoditas yang strategis. Amran juga menjelaskan, cabai ada lima jenis dengan utamanya cabai merah keriting, namun harganya kini tengah normal.

“Dari seluruh cabai yang mendominasi inflasi adalah cabai keriting dan harganya normal dan yang kita bahas satu bulan ini adalah cabai rawit. Jadi tolong dibedakan,” pungkasnya.

Diketahui, harga cabai rawit merah masih betah di kisaran Rp 160 ribu per kilogram (kg). Harga cabai jenis ini tidak banyak bergerak dalam sebulan terakhir.

Tak turun, justru harga cabai rawit fluktuasi dan cenderung naik. Bahkan harga cabai sempat meloncat ke Rp 180 ribu per kg.

Bahkan seiring dengan kenaikan harga tersebut, komoditas cabai impor mulai memasuki pasar-pasar tradisional di Jawa Timur. Sejumlah pedagang dan pembeli membeli atau belanja cabai impor karena harganya yang hampir 50% lebih murah dibanding cabai lokal. Cabai impor itu diduga berasal dari China dan India.

Reporter: Restu Fadilah

Komentar