Connect
To Top

Mensos: Penerima PKH Bakal Naik 11% di November 2016 Nanti

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa, memastika bahwa penerima bantuan sosial (bansos) melalui Conditional Cash Transfer (CCT) atau Program Keluarga Harapan (PKH) naik menjadi 11 persen pada November 2016 mendatang.

“Sudah ada verifikasi dan validasi data pada 2015, sehingga penerima PKH saat ini 7 persen dari masyarakat dengan status ekonomi terendah,” ungkapnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Nusantaranews, Jakarta, Jum’at (19/8/2016).

Pada November 2016 ini, menurut Khofifah, dari 7 persen penerima masyarakat dengan status ekonomi terendah atau Keluarga Sangat Miskin (KSM) akan ditingkatkan menjadi 11 persen.

“Saat ini, 7 persen jumlah penerima atau setara Rp3,5 juta dan pada November 2016, insya Allah naik menjadi 11 persen atau Rp6 juta keluarga yang berhak menerima bansos tersebut,” ujarnya.

Seiring perubahan cara distribusi PKH kepada penerima, yaitu menggunakan sistem keuangan digital berbasis kartu, serta bisa digunakan di e-warung yang menyediakan empat kebutuhan pokok.

“Penerima bansos PKH akan menerima seperti kartu ATM dan bisa bertransaksi di e-warung yang menyedikan kebutuhan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng dan teringu,” kata Khofifah.

Melalui kartu tersebut, lanjut Khofifah, jumlah dan jenis data bansos yang diterima oleh penerima bisa terlihat, apakah itu PKH, beras sejahtera (rastra), bantuan elpiji 3 kg dan sebagainya.

“Jadi benar-benar mudah, semua yang diterima oleh si penerima bansos bisa dibaca dalam kartu tersebut dengan cara cek saldo, baik itu PKH, rastra, bantuan elpiji 3 kg dan sebagainya,” katanya.

Khofifah juga mengatakan, penjangkauan layanan bisa lebih luas, karena sudah ada kerja sama sistem dari 4 bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti BNI, BRI, Mandiri, serta BTN. Dengan menggunakan Electronic Data Capture (EDC) transaksi dari 4 bank bisa dilayani dengan baik.

“Melalui kerjasama yang telah dibentuk antara 4 bank BUMN, bisa dipastikan semua layanan bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan EDC,” ujarnya.

Selain pelayanan dan jangkauan lebih luas, Khofifah menambahkan, penggunaan sistem seperti kartu ATM ini bisa meminimalisir ketidaktepatan kualitas produk atau barang kebutuhan pokok yang mesti diterima para penerima.

“Uang disimpan di bank dan bisa dibelanjakan untuk pangan di e-warung dengan jaminan kualitas terjaga, baik beras, gula, minyak dan terigu. Jadi, tidak ada lagi kejadian beras berkutu ditemukan lagi,” ungkapnya lagi. (deni/red-01)

Komentar