Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di acara Kongres Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) 2016 di Jakarta, Rabu (19/10)/Foto Andika/Nusantaranews
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di acara Kongres Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) 2016 di Jakarta, Rabu (19/10)/Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Industri pulp dan kertas merupakan salah satu sektor unggulan. Di mana Indonesia memiliki ketersediaan bahan baku dan implementasinya didukung teknologi canggih.

“Bukti industri pulp dan kertas kita mempunyai daya saing kuat, dibuktikan dengan negara-negara lain yang mengenakan kita dumping seperti Turki, Australia, Amerika dan Jepang,” ujar Menteri Perindustrian(Menperin) Airlangga Hartarto usai menghadiri Kongres Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) 2016 di Jakarta, Rabu (19/10).

Menurut Airlangga, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan industri pulp dan kertas dimasukkan dalam kelompok bidang industri pengguna gas harga tertentu pada revisi Perpres No. 40 tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Peluang pengembangan industri pulp dan kertas di dalam negeri, lanjut Menperin, cukup terbuka karena didukung dengan ketersediaan sumber bahan baku kayu dari hutan tanaman industri dan hutan rakyat. Serta bahan baku non kayu seperti tandan kosong kelapa sawit, kenaf, dan abaca.

“Selain itu, iklim tropis di negara kita memungkinkan tanaman dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan di daerah sub tropis,” ucapnya.

Indonesia merupakan produsen kertas yang menempati peringkat ke-6 dan untuk industri pulp peringkat ke-9 di dunia.

“Pada tahun 2015, kontribusi industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman dalam pembentukan PDB mampu mencapai Rp. 87,7 triliun,” ujar Airlangga.

Untuk diketahui, industri pulp dan kertas nasional memberikan kontribusi terhadap devisa negara masing-masing sebesar USD 1,73 miliar dan USD3,57 miliar serta menyerap tenaga kerja langsung sekitar 260 ribu orang dan sebanyak 1,1 juta untuk tenaga kerja tidak langsung. (Andika)

Komentar