Menperin pada acara Pers Briefing 2 Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK di Jakarta, Selasa (25/10)/Foto: Dok. Humas Kemenperin
Menperin pada acara Pers Briefing 2 Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK di Jakarta, Selasa (25/10)/Foto: Dok. Humas Kemenperin

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, yang diamanati ‘tongkat estafet’ oleh Presiden Joko Widodo pada reshuffle jilid II mengatakan, arah kebijakan pembangunan industri nasional telah ditentukan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019.

“Pembangunan industri diarahkan pada pengembangan perwilayahan industri di luar pulau Jawa, penumbuhan populasi industri, serta peningkatan daya saingdan produktivitas. Ini juga untuk mendorong terwujudnya tiga poin pengembangan industri nasional pada agenda Nawacita tersebut,” kata Menperin pada acara Pers Briefing 2 Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK di Jakarta, Selasa (25/10).

Menurut Airlanga, dalam upaya pengembangan perwilayahan industri di luar pulau Jawa, Kemenperin telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri.

“Salah satu strategi mempercepat penyebaran dan pemerataan pembangunan industri adalah melalui pembangunan kawasan industri. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Indonesia sentris,” terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa, hingga tahun 2016, sebanyak 73 kawasan industri telah dibangun di Indonesia. “Beberapa kawasan yang saat ini memiliki progres signifikan dalam pembangunannya, antara lain Kawasan Industri Sei Mangke di Sumatera Utara yang difokuskan pada pengembangan oleo chemical, Kawasan Industri Dumai di Riau dan Kawasan Industri Berau di Kalimantan Timur yang dibangun menjadi Palm Oil Green Economic Zone (POGEZ), serta Kawasan Industri Palu di Sulawesi Tengah untuk pengembangan industri minyak atsiri,” papar Airlangga.

Selanjutnya, lanjut Menperin, Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah menjadi pusat industri ringan (light industry), Kawasan Industri Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur menjadi pusat industri berat (heavy industry), dan Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah menjadi pengembangan industri feronikel.

“Selain itu, beberapa industri yang tengah dalam proses penyelesaian pembangunan, di antaranya pabrik pulp and paper di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, pabrik smelter alumina di Ketapang, Kalimantan Barat, pabrik gula di Dompu, Nusa Tenggara Barat, serta pabrik semen di Manokwari, Papua Barat,” kata Menperin menambahkan.

Seperti diketahui, Pemerintah Jokowi-JK sudah genap berusia dua tahun pada 20 Oktober 2016 lalu. Setelah di tahun pertamanya meletakkan fondasi utama pembangunan, Jokowi-JK menjadikan tahun kedua masa pemerintahannya sebagai langkah percepatan pembangunan nasional.

Pada reshuffle jilid II, jajaran kabinet kerja diisi oleh pasukan baru yang dipercaya mampu membawa pemerintahan melaju lebih kencang dalam tim yang solid dan bersinergi untuk mewujudkan Nawacita. Dari sembilan Nawacita yang ditetapkan Jokowi-JK, terdapat tiga agenda terkait industri.

Pertama, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Kedua, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. (Riskiana/Red-02)

Komentar