Inspirasi

Menpar Sebut Sektor Pariwisata Indonesia 2016 Meningkat Tajam

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Foto via Blogdetik
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Foto via Blogdetik

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melaporkan terjadinya peningkatan perihal kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dalam jangka waktu tiga bulan terakhir. Tercatat sejak Juli, Agustus dan September jumlah wisman yang berwisata ke Indonesia mampu menembus angka satu juta orang.

“Juli, Agustus dan September 2016 jumlah kunjungan wisman menembus angka di atas 1 juta. Kita harapkan pada Oktober, November dan Desember akan meningkat lagi,” kata Arief dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Ia menuturkan, terhitung sejak Januari hingga September 2016, jumlah wisman sudah mencapai 8,36 juta orang. Kenyataan ini semakin memperkuat keyakinan Menpar bahwa pada 2016 mampu mencapai target sebesar 12 juta orang.

Sebab, tahun lalu jumlah wisman sepanjang Januari-September tercatat sebanyak 7.707.0 34 orang. Sementara, Januari-September tahun ini naik menjadi 3.862.9 63 orang. Demikian data yang dikutip dari BPS dan Asdep Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Kemenpar.

Lebih rinci lagi, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2016 mencapai angka 1.006.653 orang.

Adapun sejumlah warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia meliputi Bahrain (46,84 persen), Mesir (42,86 persen), Tiongkok (27,08 persen), India (26,61 persen) dan Perancis (18,92 persen).

Arief menjelaskan pihaknya terus menggelar sejumlah kegiatan guna menggejot pertumbuhan wisman ke Indonesia.

“Bali mempersiapkan puluhan kegiatan menarik sebagai year end untuk meningkatkan kunjungan wisman yang tahun ini menargetkan sebanyak 4,8 juta wisman atau memberikan kontribusi sebesar 45 persen dari total kunjungan wisman secara nasional,” paparnya.

Selain itu, destinasi lain yang juga akan dikembangkan Menpar adalah Bintan, Kepulauan Riau yang menargetkan kunjungan wisman sebanyak 2,5 juta orang terutama dari Malaysia dan Singapura.

Menurutnya, Pulau Bintan dapat dijadikan acuan utama pengembangan pariwisata daerah perbatasan. Sebab, destinasi wisata daerah perbatasan lain yang juga potensial ialah Manado, Entikong (Kalbar), Atambua dan Papua. Untuk itu, kata dia, pergelaran kesenian di daerah-daerah tersebut menjadi sangat penting guna menarik wisman. (Sego/Red-01)

Komentar

To Top