Connect
To Top

Menko Luhut Sebut Tiga Proyek dalam Proyek Blok Masela

NUSANTARANEWS.CO – Menko Kemaritiman, Luhut Pandjaitan menyampaikan bahwa pembicaraan-pembicaraan dalam proyek kerjasama Pelabuhan Patimban dan proyek Masela hampir mencapai kesepakatan. Hal itu dianggap sebagai beberapa kemajuan yang telah dicapai dalam kunjungannya ke Jepang beberapa waktu lalu.

Menko Luhut juga menyinggung sola proyek Masela. Menurutnya proyek Masela hampir mencapai kesepakatan dan nantinya akan ada tiga proyek dalam proyek Masela ini. Kendati masih menunggu perjanjian tertulisnya.

“Nanti akan ada proyek LNG, Petrokimia dan pabrik pupuk. Petrokimia dan pabrik pupuk belum pernah terpikirkan oleh kami sebelumnya,” kata Menko Luhut dalam media briefing di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat (23/12).

Luhut juga menyampaikan, pemerintah akan memberi tambahan kontrak kepada Inpex untuk Blok Masela selama 7 tahun, bukan 10 tahun seperti yang diminta oleh Inpex. “Sampai sekarang itu mereka minta 10 tahun tapi kami melihat angka yang realistis 7 tahun,” ucapnya.

Disampiakannya pula, soal cost recovery yang diminta Jepang, pada kunjungan itu pihak Jepang menyepakati besarnya mencapai US$1,2 miliar. Namun, angka itu belum bisa diputuskan oleh pemerintah Indonesia, karena untuk menentukan angka tersebut akan dilakukan audit terlebih dahulu.

“Ada subject audit. Kami juga harus adil dalam hal ini, tidak bisa langsung tentukan nominal berapa, masih ada beberapa pertimbangan,” ungkapnya.

Luhat menambahkan, perihal kerjasama maritim Indonesia-Jepang yang ditandatangani pada kunjungan itu, sebenarnya adalah kelanjutan dari pembicaraan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Shinzo Abe tahun lalu.

“Kerjasama ini untuk meningkatkan ekonomi kelautan dan meningkatkan kerjasama antara Indonesia-Jepang dalam industri kelautan. Jepang sudah melihat peluang-peluang untuk melakukan investasi di Pulau Natuna Besar, di Natuna Timur untuk energi, dan di Sabang untuk pelabuhan. Mereka juga akan berinvestasi di Morotai,” terang Luhut. (kiana/red-02)

Komentar