Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Dok. Kemenko Perekonomian

NUSANTARANEWS.CO – Sistem pendidikan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan segera ada perubahan. Sebab biaya pendidikan SMK semakin mahal akibat sistem pendidikan yang mengikuti pola pekerjaan.

Melihat kondisi tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengusulkan adanya uji kompetensi bagi siswa SMK untuk mendapatkan sertifikat keahlian setiap tahunnya. Sehingga siswa SMK tidak perlu menunggu hingga tiga tahun untuk mendapat ijazah dan mencari pekerjaan.

“Harusnya tahun pertama standarnya apa, kemudian tahun kedua apa sertifikasinya. Jadi kalau siswa SMK drop out di tahun pertama, dia bisa kerja karena sudah punya sertifikat,” ujar Darmin di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Menurutnya, siswa yang telah memiliki sertifikat keahlian bisa dengan mudah mencari pekerjaan sesuai bidang yang ditekuninya. Di sisi lain, banyak perusahaan yang juga membutuhkan tenaga kerja muda dengan keahlian dan kompetensi yang sesuai.

Oleh karena itu, lanjut Darmin, yang terpenting saat ini adalah lulusan standar kompetensi yang langsung bisa disalurkan ke sektor pekerjaan tertentu. Sehingga jelas ke arah mana sistem pekerjaannya.

“Saya percaya dengan kerja sama ini pasti menyangkut sektor lain. Kemenhub, ESDM, Pertahanan, Pariwisata, di sana semua banyak job (lowongan pekerjaan). Itu harus punya standar dari tamatan-tamatan (SMK) untuk ditempati,” tutur Darmin. (Andika)

Komentar