Selamat Hari Raya Nyepi/Poster: OrangRembang.com
Selamat Hari Raya Nyepi/Poster: OrangRembang.com

NUSANTARANEWS.CO – Selamat Hari Raya Nyepi. Hari ini, Selasa, 28 Maret 2017, umat Hindu di Indonesia sedang berlimpah kebahagiaan sebab mengkhidmati  perayaan Tahun Baru Saka 1933 atau yang dikenal dengan Hari Raya Nyepi. Begitulah ragam kebahagiaan di Indonesia.

Sepanjang tahun di Indonesia, kebahagian datang silih berganti. Sebab rasa sukacita tidak hanya datang dan dirasakan oleh umat Islam ketika bulan Ramadhan tiba, tidak pula hanya datang kepada umat Kristiani baik itu Katolik maupun Protestan ketika Natal hadir.

Tidak hanya itu, sebagian dari 255 juta penduduk Indonesia, ada pula yang menganut aga Konghucu dan Budha. Semua hidup berdampingan dan rukun di atas negeri kepulauan yang berasaskan Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Ketika Hari Raya Nyepi tiba, Bali yang familiar dengan sebutan pulau Dewata itu, hening dan sejuk. Sebab penduduknya yang mayoritas beragama Hindu tengah khidmat berdiam diri di dalam rumah.

Sebagaimana lazimnya menurut tradiri, mereka yang merayakan Hari Raya Nyepi, sepanjang hari tidak melakukan aktivitas apapun sebagai hari-hari biasa. Begitulah ritual Nyepi yang dijalankan umat Hindu. Ritual sakral yang diyakini sejak dulu kala. Ritual ini dimulai pada Selasa (28/3) pukul 6 pagi sampai pukul 6 pagi pada Rabu (29/3).

Ritul sakral ini, di Bali benar-benar berlangsung khidmat. Dimana semua pekerjaan diliburkan. Bahkan bandara pun berhenti beroperasi sehari semalam. Apalagi kelab malam, tutup semalam suntuk menjadi keniscayaan.

Mereka semua, penganut agama Hindu berada di dalam rumah untuk mengamalkan ajaran Catur Brata; tanpa menyalakan cahaya, berdoa, sambil berpuasa.

Begitu pula dengan mereka umat Hindu yang ada di kota-kota besar di luar Bali. Mereka tetap menjalankan Hara Raya Nyepi sesuai keadaan. Ada yang berdiam di rumah tempat dia ngontrak, ada pula yang berdoa sesuai ritual yang diamalkan di tempat dimana dia tinggal, umumnya indekos.

Selamat Hari Raya Nyepi!

Penulis/Editor: Achmad Sulaiman

Komentar