Populasi Masyarakat Jepang. (Foto: Daily Japan)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Hampir setengah dari orang Jepang memasuki usia 30-an tanpa pengalaman seksual, menurut penelitian baru.

Negara ini menghadapi penurunan populasi yang curam seiring bertambahnya jumlah anak muda yang tidak melakukan hubungan seks dan menghindari hubungan romantis.

Beberapa pria mengklaim bahwa mereka menganggap wanita menakutkan karena sebuah jajak pendapat menemukan bahwa 43 persen orang berusia 18 sampai 34 dari negara kepulauan tersebut mengatakan bahwa mereka adalah perawan.

Seorang wanita, ketika ditanya mengapa mereka menganggap 64 persen orang dalam kelompok usia yang sama tidak dalam hubungan, dia mengatakan bahwa pria tidak dapat diganggu untuk bertanya pada lawan jenis karena lebih mudah menonton film porno di internet.

Jumlah kelahiran turun di bawah satu juta di Jepang untuk pertama kalinya tahun lalu, menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan.

Lembaga Riset Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang memperkirakan bahwa populasi saat ini sebesar 127 juta akan menurun hampir 40 juta pada tahun 2065.

Baca: Bom Waktu Demografi Mengancam Populasi Penduduk Jepang

Krisis kesuburan telah membuat politisi menggaruk-garuk kepalanya mengapa anak muda tidak memiliki seks lebih banyak.

“Saya tidak memiliki kepercayaan diri. Saya tidak pernah populer di kalangan anak-anak perempuan. Suatu ketika saya bertanya kepada seorang gadis tapi dia bilang tidak. Itu membuat saya trauma. Ada banyak pria seperti saya yang menganggap wanita itu seram. Kami takut ditolak. Jadi kami habiskan waktu melakukan hobi seperti animasi. Saya membenci diri sendiri, tapi tidak ada yang bisa saya lakukan,” kata seorang Komedian Ano Matsui (26), seperti kepada BBC dikutip Independent.

Artis Megumi Igarashi (45), yang pernah membuat gambar 3D alat kelaminnya sendiri, mengatakan bahwa membangun hubungan tidaklah mudah.

“Seorang anak laki-laki harus mulai meminta seorang gadis berkencan. Saya pikir banyak pria tidak bisa diganggu. Mereka bisa menonton porno di internet dan mendapatkan kepuasan seksual seperti itu,” kata dia kepada sumber yang sama.

Mengecilnya populasi negara tersebut, kematian telah melampaui kelahiran selama beberapa tahun, disebut bom waktu demografis dan sudah mempengaruhi pasar pekerjaan, perumahan, belanja konsumen dan rencana investasi jangka panjang pada bisnis.

Negara lain termasuk Amerika Serikat, China, Denmark dan Singapura memiliki tingkat kesuburan rendah, namun Jepang dianggap terburuk.

Sebuah survei nasional awal tahun ini mengungkapkan bahwa hampir seperempat pria Jepang berusia 50 tahun belum menikah.

Baca juga: 44,2 Persen, Wanita Jepang Masih Perawan

Laporan tersebut, dari National Institute of Population and Social Security Research, juga menemukan satu dari tujuh wanita Jepang berusia 50 tahun yang belum menikah.

Kedua angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak sensus dimulai pada tahun 1920, dan merupakan kenaikan 3,2 persen di antara pria dan 3,4 persen di antara wanita dari survei sebelumnya di tahun 2010.

Tren yang berkembang ini disebabkan oleh tekanan sosial yang kurang adanya dorongan untuk menikah serta kekhawatiran finansial.

Lembaga tersebut mengatakan bahwa jumlah orang Jepang yang melajang kemungkinan akan meningkat, karena survei lain menunjukkan lebih banyak remaja tidak berniat menikah di masa depan. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar