Seks

Mengenal 6 Mitos dalam Seks

Sebuah gambar jenis kamasutra dalam naskah kuno, print 1983/Ilustrasi Nusantaranews via gossip katta
Sebuah gambar jenis kamasutra dalam naskah kuno, print 1983/Ilustrasi Nusantaranews via gossip katta

NUSANTARANEWS.CO – El Manan menulis sebuah buku menarik beberapa mitos tentang seks. Buku tersebut berjudul Bebas dari Ancaman Disfungsi Seksual-khusus Wanita.

Mengutip Men’sHealth, buku tersebut mengurai beberapa mitos seputar seks yang sudah sejak lama bersemayam di dalam pikiran masyarakat secara luas.

Pertama, organ intim wanita kering dianggap lebih asyik. Ini mitos. Sebab, fakta sebenarnya, bagi wanita organ intim yang kering selama aktivitas seksual justru membuat rasa sakit dan tidak nyaman karena secara alamiah organ tersebut akan mengeluarkan cairan yang menjadikannya basah ketika anda melakukan penetrasi. Bukankah cairan dalam batas tertentu mempermudah penetrasi? Sebaliknya, organ intim yang kering justru mengindikasikan belum siap untuk melakukan hubungan intim.

Mitos kedua, ukuran Mr. P pnjang dianggap jaminan kepuasan pasangan. Ini dianggap mitos karena panjang dan besar ukuran organ intim pria kalau tidak mengeras dan justru lembek malah akan membuat wanita kurang bisa merasakan desakan dalam organ intimnya. Nah, jika dipilih antara panjang dan besar, maka penis yang lebar lebih bisa memberi kepuasan ketimbang yang panjang karena dapat menstimuli bagian dinding vagina, tempat di mana terdapat bagian sensitif pemicu kenikmatan. Lokasinya terletak sekitar 4 cm dari mulut vagina, yang oleh beberapa ahli disebut G-Spot. Bukan hanya itu, kedalaman vagina juga terbatas.

Mitos ketiga, wanita tidak menyukai film biru (blue film). Fakta yang benar, tergantung tipe wanita dan jenis film apa yang ditontonnya. Menurut Mariska Lubis, salah satu konsultan seks Men’s Health, wanita tipe konservatif lebih menyukai film-film drama romantis di mana adegan seksual tidak dilakukan dengan gerakan kasar naik-turun plus suara desahan nan keras. Tapi pada wanita yang berpikir bebas dan terbuka, film seks paling liar sekalipun bisa dinikmati, bahkan langsung dipraktekkan. Singkat kata, wanita pun menyukai film XXX asal alasannya demi kepuasan bersama.

Mitos keempat, seks sukses harus ada orgasme. Menurut seksolog Wimpie Pangkahila, bahwa tak ada masalah jika wanita baru merasakan orgasme setiap 50 kali bercinta dengan anda, karena yang penting bagi mereka bukan hanya orgasme, melainkan kenikmatan yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak dengan atau tanpa orgasme. Pun, secara fisiologis, ada masa di mana sistem tubuh tidak memungkinkan bagi wanita untuk orgasme dan bagi pria untuk ejakulasi. Tidak selalu proses bercinta harus diakhiri dengan orgasme.

Mitos kelima, tidak perawan lagi. Faktanya, bagi pria konservatif, perlu diketahui bahwa ada tidaknya darah pada seks pertama, di malam pengantin, bukan menjadi jaminan istri masih perawan atau tidak. Sebab, banyak wanita yang memiliki selaput dara yang elastis sehingga dalam beberapa kali bercinta belum tentu selaput daranya robek. Sebaliknya, ada wanita yang belum pernah bercinta namun selaput daranya telah robek, misalnya karena olahraga tertentu, trauma  terjatuh, dan sebagainya.

Mitos keenam, melakukan seks berdiri agar tidak hamil. Ini merupakan jenis mitos yang berhembus di kalangan remaja, bahkan sudah sedari dahulu kala. Padahal kata kuncinya terletak pada apakah pasangan wanita Anda sedang berada dalam kondisi suhu ataukah tidak. Jika sedang subur dan sperma anda membuahi sel telurnya, dalam posisi apa pun juga wanita akan hamil.

Posisi seks berdiri membuat penetrasi penis tidak akan terlalu dalam dan cairan sperma anda akan segera turun lagi atau keluar. Tapi, bagaimana pun juga, ketika penis berhasil melakukan penetrasi dan tanpa dihalangi kondom, maka pancaran sperma akan segera berebut mencari pasangannya. Posisi berdiri sama sekali tidak akan menghalangi atau mengurangi upaya tersebut. (ER)

Komentar

To Top