Mendes PDTT Eko Sandjojo dan Mentan Andi Amran Sulaiman menggelar rapat koordinasi di Kantor Kemendes PDTT, Kamis (20/10)/Foto: Dok. Kemendes PDTT/Wahyu Wening

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo mengaku tidak susah untuk menyisihkan RP20 Triliun demi membangkitkan 4 juta lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif di desa.

Hal itu disampaikannya esai Rapat Koordinasi dengan Menteri Pertanian di Kantor Kalibata Jakarta, Kamis (20/10).

“Menteri Pertanian dan Presiden me-request (meminta) Kemendes agar membuat embung. Tahun depan, dana desa ada Rp60 Triliun lebih, dan ADD (Alokasi Dana Desa) sekitar Rp150 Triliun. Menyisihkan Rp20 Triliun tidak susah, terkait model embung Menteri Pertanian dan Menteri PUPR sudah mendesain,” ungkap Eko seperti sikutip dari kemendesa.go.id.

Menurut Eko, sebanyak 80 persen masyarakat desa hidup di bidang pertanian. Karena itu butuh adanya sinergitas, sehingga kebutuhan desa dapat saling dilengkapi.

“Dengan dibangunnya Embung di 4 juta lahan desa tersebut, tambahnya, petani akan mampu panen 2-3 kali per tahun,” ujar Mendes PDTT.

Eko pun yakin bahwa, Kemendes PDTT tinggal melengkapi apa yang telah dibuat oleh Kementerian Pertanian dengan melengkapi saluran tersier. Dana desa juga akan di-push (dorong) untuk membangun sarana pasca panen.

“Sarana pasca panen bisa dalam bentuk gudang, nanti kita ajak pengusaha. Swasta akan diberi kemudahan kredit dan insentif pajak untuk ini,” kata Eko.

Secara bersamaan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa, ada solusi permanen yang dibangun bersama antar kementerian untuk membangun 4 juta lahan tidur di desa. Solusinya ialah memberikan ketersediaan air melalui embung, parit, sumur dangkal dan sumur dalam.

“Kita bagi, pedesaan di bagian embung, kami siapkan pompa, benih, pupuk. Kalau ini kita lakukan bersama, kalau 4 juta hektar lahan dalam 1 kali tanam jagung saja misalnya dapat menghasilkan 8 ton produksi, akan menghasilkan kurang lebih Rp70-80 Triliun dalam 1 kali tanam,” terang Amran.

4 juta hektar lahan pertanian tersebut, kata Amran, tersebar di berbagai desa Nusantara mulai dari Jawa, Sumatera dan Wilayah Timur Indonesia. Upaya ini merupakan bagian upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia. “Petani sekarang cerdas, kalau ada air pasti tanam. Semua akan terintegeritas di lahan pertanian ini. Di embung-embung ini akan ada ikan, ayam juga pasti akan berkembang biak, bebek, sapi semua bergerak. Kalau ini selesai, pastinya pangan akan bertambah kuat,” terang Amran. (Riskiana)

Komentar