Mendag Enggartiasto Lukita dalam acara Indonesia Franchinse and SME Expo (IFSE) di JCC, Jumat, (25/11/2016)/Foto Andika / NUSANTARAnews
Mendag Enggartiasto Lukita dalam acara Indonesia Franchinse and SME Expo (IFSE) di JCC, Jumat, (25/11/2016)/Foto Andika / NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta para distributor untuk melaporkan jumlah stok untuk menjaga ketersedian barang dan stabilitas harga di bulan Ramadhan dan Lebaran.

Hal itu disampaikan usai dirinya menggelar rapat koordinasi dengan para Kepala Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan seluruh Indonesia di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 22 Maret 2017.

“Saya mau izin dulu minta melaporkan dulu kepada Pak Menko Perekonomian bahwa kami akan mengeluarkan itu. Sudah saya sampaikan dan kami akan koordinasi, itu isinya adalah agar para distributor mendaftar,” ujar Enggar.

Untuk pendaftaran para distributor itu, lanjut dia, tak diperlukan syarat tertentu dan tidak dipungut biaya satu sen pun, yang terpenting adalah melaporkan lokasi gudangnya dan melaporkan jumlah stoknya.

“Dengan demikian, kita bisa mengetahui dan menguasai betul stok barang itu berapa banyak perkembangannya, dan itu menjadi kewajiban. Itu tidak boleh kalau dia bilang saya tidak mau, ini ada sesuatu,” kata Enggar.

Menurut dia, sebuah tansparansi dalam perdagangan adalah sebuah keharusan. Ia menjelaskan tidak ada salahnya para distributor menguasai jumlah yang besar sejauh bukan penimbunan.

“Dalam minggu depan kami akan membagi seluruh Eselon 1 untuk turun ke 34 provinsi, di 34 provinsi ini bertemu dengan para distributor besar untuk bahan-bahan pokok. Saya juga akan turun untuk beberapa provinsi yang dianggap kritis dan sesudah itu ada satu dua kali pertemuan lagi untuk pemantauan dari stok dan harga,” ungkap Enggar.

Untuk di awal, Enggar mengaku, sudah mendatangi dan bertemu dengan distributor beras besar di Pasar Induk Cipinang. “Kita ajak ngomong dan sudah datang dan sudah ketemu, mereka tidak ada keberatan, kemudian distributor gula mereka juga tidak keberatan,” tutur Enggar.

Reporter: Richard Andika

Komentar