Ekonomi

Menaker Isyaratkan Ada Politik SARA Terselubung Di Balik Isu TKA Cina

Kemnaker Hanif Dhakiri. Foto via @kemnakerRI
Kemnaker Hanif Dhakiri. Foto via @kemnakerRI

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri mengisyaratkan adanya politik SARA terselubung di balik polesan isu eksodus pekerja asing asal Cina. Tujuannya, untuk mengagitasi masyarakat dalam rangka menyudutkan pemerintah.

Hanif mengungkapkan isu Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina memiliki rangkaian dengan peristiwa sebelumnya. Dimana isu tentang Cina mengemuka sebagai bagian dari ornamen politik pada Pilpres 2014.

“Kalo isu sebelum Pilpres itu isunya soal Cina. Kemudian setelah Pilpres soal TKA Cina. Jadi cuma ditambahi soal 3 huruf saja. Sebelumnya kan Cina aja sebelum Pilpres. Waktu setelah Pilpres, ditambahi TKA Cina aja. Tetapi benang merahnya sama dalam topik ini. Saya kira justru masalahnya di situ,” ujar Hanif saat menjadi pembicara pada acara diskusi di Finance Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Hanif menyatakan, sebenanrnya para penyebar isu lebih menonjolkan opini Cinanya dibandingkan dengan persoalan (TKA). Hal itu, kata dia, karena kata Cina memiliki sensitifitas tersendiri dalam propaganda politik di Indonesia.

“Dimana isu seperti ini, sesungguhnya bukan pada TKA-nya. Tetapi menurut saya bersinggungan dengan persoalan SARA itu yang kemudian dimunculkan sedemikian rupa,” ungkapnya.

Hanif menyatakan fakta sebenarnya, jumlah TKA asal Cina saat ini mencapai 74 ribu pekerja. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut sejatinya lebih kecil dibandingakan dengan jumlah TKA Cina di Indonesia pada tahun 2011.

“Karena kalau kita lihat statistiknya, tahun 2011 TKA di Indonesia itu 77 ribu. Sekarang ini 74 ribu,” ucapnya.

Hanif mengaku heran, bagaimana isu TKA Cina berkembang disaat keberadaan mereka di Indonesia mengalami penurunan.

“Dulu nggak ada diribut-ributin. Jadi menurut saya ini ada konteks yang berbeda. Ada konteks yang mungkin juga nyambung dengan makro politik kita,” paparnya. (Hatim)

Komentar

To Top